Home - Advertorial - Abdi Negara Harus Profesional dengan sistem karier dan prestasi kerja
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Abdi Negara Harus Profesional dengan sistem karier dan prestasi kerja

 

bup-suyatno

TUTELAH.COM – ROKAN HILIR, Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir Berbagai kebijakan diimplementasikan agar program pembangunan berjalan sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil kedepan.
Bupati Rohil, H Suyatno, menekankan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mewujudkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga honorer bekerja profesional. Sehingga, pegawai memiliki keunggulan kompetitif melalui pembinaan manajemen PNS. hal ini semata untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan memacu pembangunan di Kabupaten Rohil.

Mengembangkan Sistem pembinaan PNS dilakukan Suyatno berdasarkan sistem karier dan prestasi kerja. Melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat), PNS dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Sehingga, efisiensi dan efektivitas manajemen pegawai terus didukung oleh Sistem Informasi Manajemen kepegawaian yang tepat dan akurat.

pemgembangan kelautan dan perikanan mendorong ke arah penagkapan jarak jauh serta pengembangan usaha budidaya laut pada lokasi potensial.

“Strategi pembangunan inilah yang saya jalankan sehingga kesejahteraan rakyat terus meningkat. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan diprioritaskan supaya masyarakat miskin menjadi hidup layak. Karena, pembangunan nasional tidak saja menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, tetapi juga menghasilkan kesejahteraan rakyat yang makin meningkat dan makin merata,” tutur Suyatno.

Meningkatkan derajat pendidikan dan kesehatan, bagi Suyatno dampak pada peningkatan kualitas pembangunan. “Di bidang keagamaan, selama ini kita telah berhasil menciptakan suasana kehidupan antaragama yang rukun. Sehingga, pemeluk agama dapat menjalankan ibadahnya dengan tenteram, dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” sambungnya.

Bupati menjelaskan prioritas kesehatan masyarakat,  tidak terpisahkan dari pembangunan nasional yang diupayakan pemerintah. “Pembangunan kesehatan di tengah beban dan permasalahan kesehatan yang semakin pelik, dibutuhkan strategi jitu untuk menghadapinya. Dalam mengatasi masalah ini, kunci suksesnya komitmen politis dari semua pihak, baik dari eksekutif, legislatif, maupun masyarakat, termasuk swasta.

Untuk itulah pembiayaan dan tenaga medis diprioritaskan pada pembangunan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap, menambah jumlah dokter spesialis, bidan dan perawat,” ungkapnya.

Dalam menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, Suyatno, merumuskan strategi dengan desa siaga. Seluruh masyarakat diminta berperilaku hidup bersih dan sehat serta seluruh keluarga sadar gizi. “Sasaran utama strategi ini adalah ; Setiap orang miskin mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Setipa bayi, anak, dan kelompok masyarakat risiko tinggi terlindungi dari penyakit dengan tersedianya SDM kesehatan yang kompeten di setiap desa,” beber BUpati Rohil.

Di samping itu, strategi pembangunan kawasan perbatasan tak luput dari sasaran utama Suyatno. Memantapkan penataan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak bisa ditawar-tawar. Hal itu dilakukan dalam bentuk percepatan pembangunan daerah tertinggal dengan meningkatkan pengembangan perekonomian daerah dan kualitas sumber daya manusia yang didukung oleh kelembagaan dan ketersediaan infrastruktur perekonomian dan pelayanan dasar.

“Pengertian kawasan perbatasan negara menurut UU 26/2007 dan PP 26/2008 adalah wilayah kabupaten/kota yang secara geografis dan demografis berbatasan langsung dengan negara tetangga dan atau laut lepas. Dalam hal batas wilayah negara di darat, kawasan perbatasan berada di kecamatan yang berhadapan langsung dengan negara tetangga. Maka, wilayah ini wajib hukumnya diberi perhatian penuh,”sambung Suyatno.
tanam-pohon

Bupati Rokan Hilir, Suyatno mengatakan kegiatan penanaman 150pohon ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Rokan Hilir ke-17 yang jatuh pada Selasa, (4/10).
“Sengaja kami pusatkan di Kepenghuluan Bagan Jawa, karena di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Agama Islam ini sangat gersang sekali. Bilamana ada yang meninggal dunia, orang yang mengantar itu kepanasan. Makanya kita tanam pohon disini,” katanya.
Sebanyak 150 pohon yang ditanam tersebut masing-masing 50 pohon ketapang dan 100 pohon angsana.
Bupati juga berjanji akan membangun pagar permanen disekeliling TPU, termasuk membenahi pesanggrahan atau rumah peristirahatan.
“Lokasi TPU ini akan kami tata kembali, beberapa ruas jalan menuju tempat pemakaman dan juga akan diprogramkan ke APBD Perubahan 2016,” kata Suyatno.
Semenara itu, Penghulu Bagan Jawa, Harsono memberikan apresiasi kepada Pemkab Rohil yang telah melaksanakan kegiatan penghijauan di wilayahnya.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemkab terhadap pembenahan TPU nanti. Mudah-mudahan pembangunan sejumlah ruas jalan menuju TPU, drainase dan tempat peristirahatan segera terealisasi. Pembangunan pagar juga sangat diharapkan, karena selama ini banyak hewan yang masuk,” kata Harsono.

 

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjadi sasaran mencapai tujuan kesejahteraan rakyat. Dirancang secara konseptual, analitis, realistis, rasional, dan komprehensif, fokus pembangunan Kabupaten Rohil dititik beratkan pada peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyataan demi pengentasan kemiskinan.

pemanfaatan sumberdaya pembangunan (sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi dan modal) dicanangkan hingga ke kelurahan dan kepenghuluan. Mengembangkan agribisnis dan ekonomi pedesaan menjadi nilai tambah bagi masyarakat di samping perkebunan, perikanan dan kelautan, pertanian, minyak dan gas bumi, serta lainnya.

Suyatno ingin mewujudkan sumber daya manusia yang kokoh, beriman dan bertakwa. Unggul ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni namun tetap bermartabat. Kebijakan pembangunan pendidikan di tiap sekolah pendidikan dasar, pertama, menengah, serta pendidikan luar sekolah terus didorongnya dengan melengkapi berbagai infrastruktur agar penghayatan dan pengalaman keagamaan menjadi keunggulan peserta didik secara optimal.

Mengenai infrastruktur, Suyatno memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan dalam mendongkrak perekonomian masyarakat. Dengan begitu, potensi unggulan daerah terutama perkebunan kelapa sawit serta pertanian pangan dapat diangkut petani ke pabrik dan pasar. Suyato sadar jika jalan dan jembatan dibiarkan akan berdampak menurunnya produksi hasil bumi hingga melemahnya perekonomian masyarakat.

bup-rohil

bup-rohil
Bupati Rohil, H Suyatno, mendapat undangan khusus dari Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek karena dinilai meningkatkan kesehatan daerah perbatasan. Menkes pun berjanji memperkuat infrastruktur kesehatan daerah perbatasan, seperti Rohil dengan meningkatkan jumlah penempatan tenaga dokter dan bidan.

Apalagi, Pemkab Rohil belakangan memperbayak peningkatan puskemas menjadi puskesmas rawat inap di setiap kecamatan dan memperbanyak rumah sakit serta tenaga medis. Tersedianya tenaga medis tentu memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang didukung dengan berobat gratis dan tentunya, masyarakat yang sehat dapat menekan angka kemiskinan

Bupati Rokan Hilir Provinsi Riau Suyatno menyayangkan masih banyak pegawai negeri sipil maupun tenaga honorer di daerahnya yang tidak mengenakan seragam dinas setiap pelaksanaan apel pagi.
“Hari ini apel malah pakaiannya belang-belang atau panitianya tidak beres. Coba ke depan jangan beginilah,” kata Suyatno, saat memimpin apel Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2016, di halaman kantor bupati Rohil, Jalan Merdeka Bagansiapiapi, Senin.
Ia meminta kepada kepala satuan kerja perangkat daerah untuk menginstruksikan kepada bawahannya bahwa pada setiap pelaksanaan apel pagi harus berpakaian seragam.
“Hampir seluruh peserta upacara hari ini pakaiannya belang-belang, ada yang pakaian dinas harian maupun Korpri. Kalau sudah seragam Korpri jilbabnya jangan warna-warni,” katanya pula.
Bupati juga kembali menekankan kepada seluruh abdi negara di daerah itu untuk lebih serius menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
“Bagi mereka pada posisi jabatan strategis siap-siap nanti akan diganti, karena ada sekitar 181 pejabat eselon III dan IV akan dimutasi. Kalau eselon II tak masalah, karena banyak yang mau pensiun. Makanya saya ingatkan bekerjalah dengan baik,” ujarnya lagi.
Dia juga mengharapkan kepada PNS untuk tidak meninggalkan tempat tanpa ada urusan penting yang harus diselesaikan.
“Kalau ada urusan di luar kota dan kebetulan ada masalah keluarga atau hal lainnya yang dianggap penting silakan meninggalkan pekerjaannya sejenak,” katanya pula. (Adv-Humas)

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Pembangunan Sarana Jalan sebagai penunjang Perekonomian Rokan Hilir

TUTELAH.com – BAGANSIAPIAPI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) meminta pemerintah desa yang ada …