Home - Nasional - Annas Maamun dijerat tiga dakwaan
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Annas Maamun dijerat tiga dakwaan

Annas-Maamun-sidang-perdana
Annas Maamun saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/2/2015).(Foto: Khairizal Maris/JPNN)

BANDUNG – Gubernur Riau nonaktif, Annas Maamun menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Tipikor Kelas 1 A Bandung, Rabu (11/2/2015). Tiba di Pengadilan Tipikor Bandung sekitar pukul 09.20 WIB. Politikus Partai Golkar itu tiba dengan menggunakan kendaraan khusus Tipikor. Setibanya di pengadilan, Annas langsung menuju ruang tunggu persidangan yang ada di lantai dua.

Dengan memakai rompi khusus KPK berwarna orange, Annas terlihat sehat. Sidang perdana ini beragendakan pembacaan surat dakwaan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Barita Lumban Gaol SH, juga hadir tim kuasa hukum terdakwa Annas yang berjumlah delapan orang. Dalam persidangan, dakwaan terhadap Annas semua terkait dengan indikasi penyelahgunaan kewenangan selaku Gubernur Riau untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Annas Maamun dikenakan dakwaan kumulatif. Dakwaan pertama terkait menerima
uang sebesar Rp2 miliar dalam bentuk dolar Amerika dari Gulat Manurung. Karena itulah terdakwa dikenakan pasal 12 b Undang-undang Tipikor. Kemudian dalam dakwaan kedua terkait penerimaan uang Rp500 juta dari pengusaha bernama Edison melalui Gulat Manurung. Dari itulah, terdakwa dikenakan pasal 12 a. Dan dakwaan terakhir terkait penerimaan uang Rp3 miliar.

Secara keseluruhan, terdakwa telah menerima suap Rp5,5 miliar. Akibat perbuatannya terdakwa terkena ancaman 20 tahun penjara. Setelah pembacaan dakwaan terhadap tersangka selesai, Hakim ketua menanyakan kepada Annas apakah sudah paham dengan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Tipikor. “Mengerti arti dan paham apa yang didakwakan jaksa,” tanya hakim.

Annas mengaku mengerti apa yang didakwakan jaksa. “Dakwaan pertama mengerti. Dakwaan kedua kami tidak mengerti karena belum pernah dimintai keterangan,”ucap Annas.

Di tempat yang sama, salah satu kuasa hukum terdakwa, Sila Prayuna pun membenarkan keterangan tersangka Annas menyoal penerimaan hadiah. “Nah, beliau tidak pernah dimintai klarifikasi, tidak pernah dimintai penjelasan tetapi langsung masuk dalam dakwaan,” katanya. Usai pembacaan dakwaan, Ketua Majelis Hakim Barita Lumban Gaol mengundurkan sidang Rabu pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Usai sidang, Kuasa Hukum Annas Maamun, Eva Nora SH mengatakan kepada Riau Pos bahwa mereka akan menyampaikan keberatan saat pledoi saja. “Kami tidak mengajukan eksepsi karena itu normatif dan tidak ada yang terlalu penting, keberatan-keberatannya akan disampaikan dalam pledoi saja nanti,” kata Eva Nora.

Dalam sidang yang hanya satu jam tersebut juga dihadiri istri dan beberapa anak terdakwa di ruangan sidang tersebut. “Rabu mendatang sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU,” kata Eva Nora.

Eva belum mengetahui pasti berapa orang saksi yang sudah diperiksa oleh JPU dalam kasus dugaan suap tersebut. “Saya belum tahu pasti berapa saksi yang di-BAP, nanti saya akan pelajari lebih lanjut,” kata Eva.

Soal berapa orang saksi yang akan dihadirkan dan diperiksa oleh JPU dalam persidangan, Eva juga mengatakan belum tahu pasti. ”Belum ada informasi dari JPU, mungkin Jumat mendatang baru kami ketahui,’’ kata Eva.

Eva memperkirakan ada sekitar 60 sampai 70 orang saksi yang akan dihadirkan untuk menjelaskan tentang dugaan suap tersebut. “Mungkin ada sekitar 60 sampai 70 orang saksi yang akan dihadirkan selama persidangan,”’ kata Eva.(ru/cr4/jpnn)riaupos

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Tampilan Jokowi yang Kembali Formal Saat Blusukan

Jakarta – Presiden Joko Widodo ‘hobi’ bergaya kasual saat blusukan dan kunjungan ke daerah belakangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *