Home - Gaya Hidup - Asep Sunandar Sunarya, Dibesarkan Bibi Hingga ke Prancis
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Asep Sunandar Sunarya, Dibesarkan Bibi Hingga ke Prancis

310314abah_asep_sunandar
MAESTRO seni wayang golek Abah Asep Sunandar Sunarya (58) saat terakhir tampil di Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat, Jumat 27 Desember 2013 membawakan cerita “Naraya Ngalalana”. *

TUTELAH.COM – ASEP Sunandar Sunarya adalah maestro wayang golek yang sudah diakui dunia. Dalang kondang itu lahir di Desa Jelekong, Baleendah, Bandung pada tanggal 3 September 1955 dari pasangan suami-istri Tjutjun Jubaedah dan Abeng Sunarya.

Ia merupakan anak ke-7 dari 13 bersaudara. Darah seni yang ia miliki rupanya berasal dari sang ayah yang juga dikenal sebagai Abah Sunarya, seorang dalang handal dan tersohor pada masanya.

Asep terkenal berkat kontribusi tanpa lelahnya di dunia wayang golek selama bertahun-tahun. Namun siapa sangka, di balik popularitasnya, Asep Sunandar Sunarya memiliki kisah hidup berliku dan penuh perjuangan.

Karena mimpi sang ibu, ia terpaksa harus lahir tanpa nama dan dibesarkan bibinya, Ma Jaja. Setidaknya hingga usianya menginjak 16 tahun, ia baru kembali dipertemukan dengan kedua orang tuanya.

Banyak prestasi yang diraih Asep Sunandar Sunarnya. Pada 1978, ia berhasil menjadi juara Dalang Pinilih I tingkat Jawa Barat pada Binojakrama padalangan di Bandung. Kemudian tahun 1982, ia terpilih kembali sebagai juara pinilih I di Bandung. Dari 1982 sampai 1985, Asep Sunandar Sunarya menjalin kontrak rekaman dengan SP Record dan Wisnu Record. Kemudian pada tahun 1985, ia dinobatkan sebagai Dalang Juara umum tingkat Jawa Barat pada Binojakrama Padalangan di Subang dan berhak memboyong Bokor Kencana sebagai lambang supremasi padalangan Sunda Jawa Barat.

Tahun 1986, Asep Sunandar Sunarya mendapat mandat dari pemerintah sebagai duta kesenian, untuk terbang ke Amerika Serikat. Masih pada tahun yang sama, Dian Record mulai merekam karya-karya Asep Sunandar dalam bentuk kaset.

Tahun 1993, Asep Sunandar Sunarya diminta Institut International De La Marionnette di Charleville, Prancis sebagai dosen luar biasa selama 2 bulan dan ia diberi gelar profesor oleh masyarakat akademis Prancis.

Kemudian tahun 1994, Asep Sunandar Sunarya memulai pentas di luar negeri seperti di Inggris, Belanda, Swiss, Prancis, dan Belgia. Setahun berselang, ia mendapat penghargaan bintang Satya Lencana Kebudayaan.

Hingga saat ini, tidak kurang dari 100 album rekaman (termasuk bobodoran) yang sudah dihasilkan Asep Sunandar Sunarya. Bahkan ia juga pernah dipercaya salah satu station televisi swasta untuk memandu program bertajuk ”Asep Show”. (Qisthi Rabathi Solihat)*** sumber:http://www.pikiran-rakyat.com/

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Yana Zein masih menjalani perawatan intensif terkait penyakit kanker payudara stadium 4

Dua Minggu di Tiongkok, Begini Kondisi Yana Zein Jakarta – Pesinetron Yana Zein sudah dua …