Home - Nasional - Besok Menteri LHK Launching Rencana Aksi Pencegahan Karhutla
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Besok Menteri LHK Launching Rencana Aksi Pencegahan Karhutla

Besok Menteri LHK Launching Rencana Aksi Pencegahan Karhutla

Menteri LHK besok dijadwalkan melakukan peluncuran rencana aksi pencegahan karhulta di Riau. Rencana aksi itu akan menjadi yang pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

12fe15

PEKANBARU – Besok, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dr Siti Nurbaya kembali lakukan kunjungan kerja ke Riau. Salah satu misinya yakni, melaunching rencana aksi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau.

Demikian dikatakan Kepala BLH Riau, Yulwiriawati Moesa, Ahad (15/2/15). Selain itu nantinya, Menteri LHK ini juga akan melakukan rapat bersama pihak terkait Karhutla yang saat ini kembali terjadi di Riau.

“Besok Bu Menteri dijadwalkan akan membuka rencana aksi kita bersama Pak Plt Gubri pukul 10.00 WIB di Gedung Daerah,” katanya.

Pada kegiatan rencana aksi itu juga Menteri LHK dan Plt Gubri akan melakukan langkah-langkah pencegahan antara lain melakukan sosialisasi terus menerus kepada masyarakat dan dunia usaha, penguatan sarana dan prasarana manggala agni, peningkatan peran masyarakat melalui penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Seluruh pihak terkait mulai dari pemerintah, kepolisian, TNI, kejaksaan akan hadir termasuk unsur lainnya terkait Karhutla,” ujarnya.

Dalam rencana aksi pencegahan Karhutla, akan menjadi Plan of Action pertama di Indonesia serta di Asia Tenggara. Karena pencegahan Karhutla ini diharapkan tidak akan terulang lagi. Saat ini, tambahnya, semua pihak yang terlibat dalam pencegahan Karhutla sudah bergerak ke daerah yang terpantau ada titik api.

“Kita bersama sudah sepakat mencegah Karhutla agar tidak meluas. Perusahaan dan pemerintah sudah siap, termasuk termasuk kelompok masyarakat peduli api yang sudah dibentuk,” terangnya.

Waktu yang patut diwaspadai terjadinya Karhutla yaitu minggu III Februari sampai akhir Maret, kemudian Juni sampai Oktober dan puncak kemarau pada Agustus. Waktu-waktu ini adalah paling rentan terjadinya Karhutla karena temperature udara sangat panas dan tumbuhan atau belukar sudah mengering.

“Untuk mencegah terjadinya Karhutla, kita juga segera temukan lokasi titik panas (hotspot) melalui Karhutla Monitoring System (KMS). Kita juga meminta kabupaten/kota segera memadamkan api agar tidak mebesar dan meluas,” ungkapnya. ***(mok)/riauterkini

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Tampilan Jokowi yang Kembali Formal Saat Blusukan

Jakarta – Presiden Joko Widodo ‘hobi’ bergaya kasual saat blusukan dan kunjungan ke daerah belakangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *