Home - Riau - Kabupaten Rokan Hilir - Biadab, Ayah Setubuhi Anak Kandung berulang Kali.
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Biadab, Ayah Setubuhi Anak Kandung berulang Kali.

unnamed

Tutelah.com – TANJUNGMELAWAN– Memang dasar biadab perlakuan Edi Suswanto (38) warga Pertanahan, Dusun Parit Jawa, Kepenghuluan Labuhan Papan, Kecamatan Tanjung Melawan. Bukanya menjadi pelindung bagi buah hatinya, namun ia tega mencabuli anak kandungnya berinisial SY (14)  berulang kali. Atas perbuatanya itu, tersangka dimasukan kedalam jeruji besi Polsek Tanjung Melawan, Ahad (8/3) sekira pukul 17.30 Wib.

Kapolres Rohil, AKBP Subiantoro SH, SIK didampingi Kapolsek Tanjung Melawan IPTU Kornel Sirait melalui Kanit Res Polsek Tanjung Melawan, Bripka D Sitorus, kepada Suara Rakyat Riau’Senin (9/3) menjelaskan, bahwa terungkapnya kasus itu tatkala pada Ahad (9/3) sekira pukul 02.00 Wib tatkala korban sedang tidur tiba-tiba ayah korban ( pelaku ) datang menghampiri korban untuk mengajak korban bersetubuh.

Namun, karena sudah muak dengan perlakuan ayahnya itu yang selalu mengancam dan memaksa korban, pada malam itu korban bersikeras tidak mau, tapi pelaku terus memaksa. “Nah, pada saat itulah korban menjerit keras sehingga membuat ibu korban terbangun dan mendatangi arah suara anaknya itu,” terang Kanit.

Pada saat ibu korban telah dekat, terus menanyakan kepada anak gadisnya itu tentang apa yang terjadi. Selanjutnya, dengan lantangnya korban mengatakan. “Sebaiknya ibu tanya saja bapak, dan bapak sebaiknya mengaku dan berterus terang sajalah pak,” terang kanit meniru ucapan korban. Selanjutnya, ibu korban mendesak suaminya untuk menceritakan apa yang telah dilakukan kepada anak gadis pertamanya itu.

Sontak saja ibu korban kaget, tatkala suaminya mengatakan tentang ingin mengajak anaknya bersetubuh, dan hal itu juga pernah dilakukanya bersama korban. Mendengar itu, terjadi pertengkaran mulut antara ibu korban dengan pelaku. “Setelah pagi, pada saat ayah korban pergi kerja ke perkebunan orang untuk mendodos sawit, ibu korban mengajak korban pergi kerumah salah seorang ketua RT setempat, dan disitulah korban mengakui jika ia telah lama menjadi budak nafsu ayahnya semenjak pertengahan tahun 2014 lalu sampai sekarang,” terang kanit.

Mendengar pengakuan korban, sontak membuat ibu marah. Selanjutnya, korban berikut bersama ibu korban membuat laporan ke Polsek Tanjung Melawan. Setelah itu, sekira pukul 17.30 Wib pelaku dijemput ditempat ia bekerja di sebuah kebun sawit warga tempat ia bekerja. “Nah pada saat itu pelaku tengah duduk istirahat, maka langsung digiring ke Polsek Tanjung Melawan untuk dimintai keteranganya,” jelas kanit.

Didalam keterangan pelaku, jelas kanit, tersangka mengakui semua perbuatanya. Dijelaskanyan bahwa pada pertengahan tahun 2014 itu pelaku melakukan perbuatan tidak terpuji itu kepada korban tepatnya di kebun sawit dekat tersangka bekerjan dan itu terus berlanjut, terkadang di dalam rumah, saat istri korban tidak ada dirumah. “Pelaku juga mengakui, jika ingin melakukan persetubuhan terus mengancam korban,” jelas D Sitorus.

Selanjutnya, pihaknya melakukan visum terhadap korban, dan dari hasil visum dilakukan, terbukti bahwa selaput dara korban telah pernah dimasuki oleh benda tumpul. “Untuk itu, pelaku kita jebloskan ke jeruji besi,” terang D Sitorus. Ditambahkanya, bahwa atas perbauat pelaku dikenakan dengan Pasal 81 ayat 1 dan 2 junto pasal 82 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan junto pasal 46 UU No.23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga junto pasal 285, junto 287 KUHP. “Jadi, atas perbuatan tersangka terancan hukuman maksimal 15 tahun panjara,” pungkas D Sitorus.

Sementara itu, tersangka Edi Suswanto ( 38 ) mengatakan, bahwa perbuatanya itu khilaf. Hebatnya, agar korban tidak sampai hamil atas cabul yang ia lakukan, tersangka mengaku bahwa ia menembak air maninya diluar. “Bahkan, saya pernah membawa anak saya itu suntik KB disalah satu klinik. Dengan alasan, anak saya itu baru menikah, dan suaminya mandah kerja, ditambahlagi belum siap memiliki anak,” ujar tersangka tanpa malu.

Ia juga mengakui, bahwa pada saat ingin melakukan perbuatan terlarang itu kepada anak gadisnya yang cuma sampai kelas 4 SD itu, tersangka mengaku melakukan pengancaman. “Jangan kasih tau siapapun, apalagi mamak ( ibu ) mu, kasihan mak mu itu lagi hamil,” katanya.

Ia mengatakan, seperti ada yang membisikan agar melakukan perbautan terlarang itu kepada anaknya. “Sekarang saya benar-benar menyesal, dan saya minta hukuman yang saya jalani bisa ringan, agar nanti saya dapat merawat anak saya kembali,” ujar bapak dua orang anak itu.

Sementar itu korban SY (14) mengatakan, bahwa ia sudah lama ingin menceritakan atas kejadian yang ia alami. “Hanya saja saya takut di pukul sama bapak, apalagi bapak sering memukul saya dan ibu saya,” katanya dengan nada parau menahan tangis.

Ia berharap, hukuman dijalani ayahnya bisa lama, dan jika perlu aayahnya diberi hukuman mati saja. Dengan tujuan, ia tidak lagi mau berjumpa bersama bapak kandung yang bejat itu. “Hukum saya bapak selama mungkindi penjara, dan saya tidak mau lagi jumpa sama ayah. Karena ayah telah menghancurkan masadepan saya,” tandas SY sambil menitikan air matanya sedihnya.(Abdul Rahman)

 

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Pakibra Rohil wisata ke Pulau Jemur dan Bandung

ROHIL-Pemkab Rohil menjanjikan perjalanan wisata ke Pulau Jemur dan berkunjung ke Kota Bandung bagi pasukan …