Home - Riau - Kabupaten Rokan Hilir - Bocah 2 Tahun di Rohil Ini Kekurangan Gizi dan Idap Penyakit Paru
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Bocah 2 Tahun di Rohil Ini Kekurangan Gizi dan Idap Penyakit Paru

gizi
BAGANSIAPIAPI -TUTELAH.COM. Seorang bocah bernama Roni (2) asal jalan SMAN 2 Bangko, Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko harus dirawat secara intensif di RSUD Dr RM Pratomo Bagansiapiapi. Pasalnya, bocah ini menderita penyakit kekurangan gizi yang mengakibatkan hilangnya kekebalan tubuh sehingga mudah diserang berbagai penyakit.

Saat ini bocah tersebut dirawat di ruang Plamboyan sejak tiga hari lalu dan hanya ditemani sang ibu Rina (27). Sedangkan sang ayah Sukardi kini harus mencari makan ke laut. “Udah tigo hari anak sayo di rawat Bang. Mulonyo anak sayo muntah-muntah, badannyo hangek lalu kami bawa ke umah sakik,” kata Rina dalam logat bahasa daerahnya saat ditemui Jumat (8/4/2016) di RSUD Dr RM Pratomo, Bagansiapiapi.

Rina menerangkan kalau anaknya itu mengidap penyakit kekurangan gizi dan paru-paru. “Kato dr Spesialis Anak, anak kami mengidap penyakit kekurangan gizi dan paru-paru,” jelas Rina. Saat di temui bocah tersebut terlihat terbaring lemas di kasur ruang perawatan.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr RM Pratomo Bagansiapiapi, Dr Tribuana Tunga Dewi yang ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, bahwa si bocah tersebut bukan menderita penyakit gizi buruk melaikan menderita kekurangan gizi atau dengan bahasa kedokteranya Mal Nutrisi.

“Sebelumnya anak ini pernah dirawat di sini tepatnya sekitar 6 bulan lalu dengan kasus yang sama yakni kekurangan gizi. Dengan hasil pemeriksaan ronsen anak ini juga mengidap penyakit Tibi (Tubercle Bacili). Saat itu kedua orang tuanya di anjurkan untuk memberikan anaknya obat selama 6 bukan penuh, Ternyata hanya 3 bulan saja obat di berikan ke anaknya dengan alasan putus obat,” terang Tribuana.

Saat ini lanjutnya, si bocah ini ada tiga keluhan penyakit diantaranya batuk, demam yang di sertai mencret. “Selaku pihak rumah sakit sebagai tugas dan fungsi, kami memberikan perawatan terhadap anak ini sesuai dengan penyakit yang ia derita seperti pemberian F75 sebanyak 100 cc per tiga jam. Dimana obat ini manfaatnya untuk menambah berat badan si anak mengingat berat badannya menurun drastis akibat beberapa penyakit yang ia derita,” terang Tribuana yang didampingi seorang perawat wanita.

Kita akan merawat bocah itu hingga sehat. Akan tetapi, sekarang kembali kepada orang tua. “Anjuran kita kedua orang tuanya juga harus di periksa karena si bocah ini selain menderita beberapa penyakit yang di jelaskan tadi juga menderita penyakut TBC. Ada kemungkinan orang tuanya juga punya riwayat TBC, karena TBC ini adalah penyakit menular. Dan bisa saja dari orang tua di tularkan ke anaknya,” beber Tribuana.

Sementara untuk si bocah dianjuran agar diberikan makanan bergizi tinggi, seperti tinggi kalori dan tinggi protein. Selain dari keluarga kurang mampu, si anak yang dirawat di kelas III RSUD Pratomo, Bagansiapiapi ini juga tidak memiliki Kartu BPJS. Menangapi hal tersebut, sang direktur mengaku akan berupaya membantu jika mereka benar-benar tak mampu. Namun, dengan catatan ada surat keterangan susah dari lurah yang diketahui camat setempat.

“Kita tak bisa sembarangan membantu orang mengunakan dana rumah sakit. Nanti kita di periksa dan ditanyakan kemana uang rumah sakit kita juga yang repot. Tapi kalau jelas peruntukanya membantu pasien susah dengan dilengkapi surat keterangan tidak mampu kita bisa mempertangungjawabkannya,” sebut Tribuana.

Penulis : jm.

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Oknum dokter Di RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi Bentak Wartawan

TUTELAH.COM – BAGANSIAPIAPI, Kebebasan pers seperti yang tertuang di dalam Undang-undang nomor 40 tahun 1999 …