Home - Nasional - Buya Syafii Geram dengan Sepak Terjang Bareskrim
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Buya Syafii Geram dengan Sepak Terjang Bareskrim

Buya Syafii Geram dengan Sepak Terjang Bareskrim
Tokoh Nasional Buya Syafii Maarif (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan konsultasi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 29 Juni 2015.

451435558238
Jakarta – Mantan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Achmad Syafii Maarif, mengaku geram dengan langkah Bareskrim Polri yang menetapkan dua petinggi Komisi Yudisial (KY), Ketua KY Suparman Marzuki dan komisioner KY Taufiqurrohman Syauri, sebagai tersangka pencemaran nama baik.

Apalagi, mengingat sebelumnya, Bareskrim juga menetapkan tersangka terhadap Komisioner KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, dalam dua kasus yang berbeda. Kebijakan yang sempat memunculkan wacana kriminalisasi KPK.

Menurut Buya Syafii, panggilan akrab Syafii Maarif, langkah penegak hukum yang mudah menersangkakan seorang petinggi lembaga negara telah melukai publik dan hukum.

Untuk itu, Buya Syafii, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, bertindak tegas dengan mencopot aparat penegak hukum yang mudah menetapkan seorang petinggi lembaga negara sebagai tersangka.

“Ada aparat yang jelas itu melukai publik, melukai hukum, (harus) diganti. Kenapa sulit amat. Perintahkan Pak (Badrodin) Haiti untuk mengganti,” kata Buya Syafii usai berbuka puasa bersama di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/7).

Menurut Buya Syafii, aparat penegak hukum yang mudah menetapkan seorang petinggi lembaga negara sebagai tersangka menandakan aparat tersebut tidak percaya diri dan mentalnya tidak stabil.

“Itu (menandakan) pejabat yang tidak percaya diri. Mentalnya tidak stabil. Kok, mudah sekali menjadikan tersangka. Saya berharap bangsa ini jangan dipimpin oleh orang yang tidak karu-karuan ini,” tegasnya.

Buya Syafii mengaku prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia. Di mata Buya Syaffi, mudahnya penetapan Komisioner KY sebagai tersangka membuat kondisi hukum di Indonesia semakin tidak sehat. “Antara penegak hukum itu main kucing-kucingan. Itu menurut saya tidak sehat bagi Republik ini,” terangnya.

Seperti diberitakan, Suparman dan Taufiqurrahman resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap hakim Sarpin Rizaldi, Jumat (10/7). Sarpin melaporkan kedua petinggi Komisi Yudisial pada pertengahan Maret lalu.

Kedua komisioner dilaporkan dengan pasal 310 dan 311 KUHP. Pasal 310 KUHP mengatur soal pencemaran nama baik, sementara Pasal 311 KUHP soal pemfitnahan.

KY sendiri telah mengeluarkan rekomendasi sanksi skorsing nonpalu selama 6 bulan terhadap Hakim Sarpin. Rekomendasi sanksi ini dijatuhkan KY terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Sarpin saat mengadili perkara praperadilan yang dimohonkan Komjen Budi Gunawan (BG) terkait penetapan tersangka oleh KPK.
Fana Suparman/ED//sumber:beritasatu.com

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Tampilan Jokowi yang Kembali Formal Saat Blusukan

Jakarta – Presiden Joko Widodo ‘hobi’ bergaya kasual saat blusukan dan kunjungan ke daerah belakangan …