Home - Nasional - Dirjen Pemasyarakatan Ujung Tombak Program Rehabilitasi 100.000 Pengguna Narkoba
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Dirjen Pemasyarakatan Ujung Tombak Program Rehabilitasi 100.000 Pengguna Narkoba

dirjen-pemasyarakatan-ujung-tombak-program-rehabilitasi-100-000-pengguna-narkoba-cw9YglFwD6

 

JAKARTA- Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) mendukung Program pemerintah dalam gerakan rehabilitasi 100.000 pengguna narkoba.

Penegasan Ditjen PAS dalam pencegahan sekaligus pemulihan para pecandu narkoba dibuktikan melalui peluncuran 62 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) sebagai tempat rehabilitasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program ini dalam rangka menyediakan sarana rehabilitasi yang efektif dan komprehensif bagi WBP pecandu dan korban narkotika.

Sementara, Saat ini terdapat 169.697 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terdapat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di seluruh Indonesia. Dari jumlah keseluruhan tersebut 60.357 diantaranya terkait kasus Narkoba, dengan rincian 36.454 bandar/pengedar dan 23.903 sebagai pengguna Narkoba.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Handoyo Sudradjat menyambut baik gerakan yang akan menjadikan Lapas/Rutan sebagai area pemusatan rehabilitasi pengguna narkoba, yang mayoritas korbannya menghuni Lapas/Rutan di seluruh Indonesia.

“Saat ini pecandu atau pengguna narkoba terdapat di 21 Lapas khusus narkotika dan beberapa lapas umum yang difungsikan sebagai lapas penampung kasus penyalahgunaan narkoba,” ungkap Handoyo.

Handoyo juga menyatakan akan mengoptimalkan program tersebut dengan menggandeng instansi terkait untuk melakukan pelatihan bagi tenaga medis yang berada di Lapas/Rutan. “Kami juga memberdayakan program dari BNN untuk melakukan pelatihan tenaga medis bagi petugas Pemasyarakatan,” ungkap Handoyo.

Senada dengan Dirjen PAS, Direktur Bina Kesehatan dan Perawatan Ditjen PAS Nugroho akan mendukung program rehabilitasi ini dengan melaksanakan program rehabilitasi Warga Binaan di Lapas/Rutan serta pascarehabilitasi Klien Pemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Warga binaan juga akan mendapatkan pelayanan pascarehabilitasi, karena itu kami akan berjuang di tahun ini petugas Pemasyarakatan akan mendapatkan pelatihan asesment dan asesor,” ujar Nugroho.

Sementara itu, Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak Ditjen PAS Priyadi, mengatakan sudah melakukan pemetaan untuk merehabilitasi klien pemasyarakatan.

“Kita sudah melakukan pemetaan yang menjadi target kita bersama, yaitu proses bisnis pemasyarakatan di Bapas, karena satu tahun dari bebas murni, ini masih menjadi tanggung jawab Bapas,” jelas Priyadi.

Kasubdit Komunikasi Ditjen PAS, Akbar Hadi menjelaskan Petugas rehabilitasi di Lapas/Rutan merupakan petugas Pemasyarakatan yang telah dilatih dan dimagangkan mengenai metode Therapeutic Community (TC).

“Lapas dan Rutan yang ditunjuk adalah yang bersedia menyediakan blok khusus untuk pelaksanaan rehabilitasi,” ujar Akbar.

Akbar juga menambahkan bahwa setiap WBP pengguna narkoba akan mendapatkan pelayanan rehabilitasi selama tiga bulan. “kita akan memberikan pelayanan perawatan selama 3 bulan untuk setiap pengguna narkoba yang akan direhabilitasi,” ujar alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan tersebut.okzone
(ful)

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Tampilan Jokowi yang Kembali Formal Saat Blusukan

Jakarta – Presiden Joko Widodo ‘hobi’ bergaya kasual saat blusukan dan kunjungan ke daerah belakangan …