Home - Nasional - Indonesia optimistis sabet tiga emas di Olimpiade Rio
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Indonesia optimistis sabet tiga emas di Olimpiade Rio

160804154543_olimpiade_satu_640x360_getty_nocredit

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Rafki Hidayat

Tiga emas diharapkan pemerintah diperoleh dari cabang olahraga bulu tangkis dan angkat besi.
Indonesia menargetkan tiga medali emas pada Olimpiade Rio 2016, yang akan dibuka di Rio de Janeiro, Brasil, Jumat (05/08) malam waktu setempat atau Sabtu (06/08) pagi waktu Indonesia.
Dari tiga target medali emas itu, dua emas diharapkan pemerintah diraih oleh cabang olahraga bulu tangkis dan satu dari angkat besi.
“Karena dari evaluasi kami dan (melihat) pemeringkatan prestasi atlet dua tahun terkahir, yang secara realistis meraup emas ya dua (cabang olahraga itu). Jadi kami harus berikan gambaran utuh yang benar kepada masyarakat,” ungkap Deputi Peningkatan Prestasi Olah Raga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, kepada BBC Indonesia, Kamis (04/08).
Sepak bola buka Olimpiade Rio sebelum upacara resmi
Jajak pendapat BBC: Skandal doping turunkan minat menyaksikan Olimpiade
Pada Olimpiade kali ini, Indonesia mengirimkan 28 atlet dari tujuh cabang olahraga; bulutangkis, atletik, panahan, dayung, angkat besi, balap sepeda dan renang.
Jumlah atlet Indonesia yang lulus seleksi ini, lebih banyak daripada jumlah atlet pada Olimpiade London 2012, yaitu 22 atlet, dan Olimpiade Beijing 2008, sebanyak 24 atlet.

Indonesia kirim 28 atlet untuk berlaga di Olimpiade Rio 2016.
Gatot mengingatkan, lebih banyaknya jumlah atlet bukan berarti membuat perolehan medali lebih banyak pula.
“Itu harapan (saja) ya. Jangan dilihat apple to apple. Jumlah atlet 28, jangan dianggap setengahnya akan dapat medali. Kami berkali katakan, jumlah atlet tidak berbanding lurus dengan perolehan medali. Hitung-hitungannya kita lihat dari prestasi atlet.”

Pada Olimpiade London 2012, peringkat Indonesia anlok ke posisi 63.
Sebelumnya, pada Olimpiade London 2012, kontingen Indonesia paceklik emas.
‘Tradisi’ emas di cabang olahraga bulu tangkis, urung diraih. Indonesia hanya memperoleh satu perak dan satu perunggu dari angkat besi. Peringkat Indonesia pun anjlok ke posisi 63, dari posisi 42 pada Olimpiade Beijing 2008.
Emas yang belum terjawab
Optimisme yang didasarkan pada perbaikan persiapan dan prestasi jelang Olimpiade itu, diakui Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi yang meraih masing-masing satu perunggu di Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Beijing 2008.
Saat dihubungi BBC Indonesia, Eko, yang sudah berada di Rio de Janeiro mengungkapkan, jika pada Olimpiade 2012 persiapan baru dilakukan empat bulan jelang Olimpiade, tahun ini persiapan dilakukan sejak lebih tujuh bulan sebelum pesta olahraga terakbar itu dimulai.
“Akomodasi untuk atlet pun ditambah dari Rp200.000 menjadi Rp500.000 per hari. (Alhasil) dari angkatan, prestasi latihan, juga lebih baik dari persiapan waktu Olimpiade 2012 dulu,” ungkapnya.

Eko Yuli Irawan mengakui persiapan Olimpiade Rio 2016 lebih baik daripada Olimpiade London 2012.
Eko menuturkan jika pada persiapan Olimpiade London rekor beban yang berhasil diangkatnya adalah 317 kg, maka pada persiapan Olimpiade Rio, rekornya mencapai 325 kg.
Namun, kata Eko itu masih di bawah target 335 kg, karena “saingan terberat, dari Cina, angkatannya mencapai 333 kg”.
“Makanya sekarang target emas (yang disebut pemerintah) itu belum bisa dijawab. Tapi kita harapkan (nanti) di panggung tercapai,” papar Eko.

Untuk memacu semangat atlet, pemerintah juga menjanjikan bonus Rp5 miliar untuk peraih medali emas, Rp2 miliar untuk perak dan Rp1 miliar untuk perunggu.
Nilai tersebut lebih besar daripada bonus saat Olimpiade London 2012, yang mana Rp1 miliar diberikan kepada peraih emas (saat itu tidak ada), Rp400 juta untuk peraih medali perak dan Rp200 juta untuk perunggu.
“Kalau untuk menambah motivasi itu pasti. Kita senang. Tapi kita tidak mengharapkan bonusnya dulu. Untuk mengharapkan itu kan perlu medalinya dulu,” pungkas Eko.
Diragukan
Namun, optimisme pemerintah itu diragukan.
Meskipun mengakui cabang olahraga bulutangkis paling berpotensi meraih emas, wartawan olahraga senior Indonesia, Atman Ahdiat menilai Indonesia “harus bekerja lebih keras lagi, karena persiapan cabang bulutangkis tidak jauh berbeda dengan saat Olimpiade London”.

Berkaca pada pelaksanaan turnamen Indonesia Open 2016 dan Piala Thomas-Uber 2016, kontingen Indonesia disebutnya “kurang spirit of fighting, stamina cepat kendor. Seharusnya latihan harus ditingkatkan lagi.”
Di dua kejuaraan itu, Indonesia tidak meraih gelar juara.
Atman juga menyangsikan atlet angkat besi Indonesia dapat meraih emas. “Mempertahankan yang lalu (perak, perunggu) itu sudah bagus. Karena ini pesaingnya berat, dari Cina dan Kolombia.”
Image copyrightGETTY
Image caption
Markis Kido dan Hendra Setiawan sabet emas di Olimpiade Beijing 2008.
Dia menekankan kelemahan paling mendasar kontingen Indonesia secara umum adalah kurang jam terbang dalam kompetisi internasional.
“Karena yang namanya olahraga, kita ditempa kompetisi. Tapi selama ini kita lihat, atlet-atlet cabang apapun itu, kecuali bulutangkis, atlet kita itu lebih banyak latihan dan latihan. Padahal faktor utamanya itu kompetisi. Dari kompetisilah mereka terus (terasah), siap bertanding, apalagi kalau pertandingan luar negeri. Ini memang kembali lagi ke urusan dana.”
Saluran air di Rio terkontaminasi kotoran manusia
Rusia batal terima sanksi larangan total Olimpiade Rio
Namun, itu dibantah pemerintah.
“Tidak juga. Anda lihat dayung itu, rowing itu berkali-kali ikut, panahan itu berkali-kali ikut. Kalau anggaran negara kami akui kurang, tetapi kalau try out itu cukup kok,” tegas Gatot S. Dewa Broto.

160804155205_olimpiade_delapan_640x360_getty_nocredit
Peraih emas Olimpiade Barcelona 1992, Susi Susanti, membawa obor Olimpiade

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Bagaimanapun, pemerintah mengaku telah mengucurkan Rp35 miliar untuk akomodasi dan keberangkatan 28 atlet Indonesia ke Brazil. Ini termasuk penerbangan kelas bisnis “karena perjalanan jauh”.
Sekarang masyarakat hanya bisa menunggu apakah lagu Indonesia Raya akan berkumandang kembali di ajang olahraga dunia empat tahun sekali ini, atau tidak

Wartawan BBC Indonesia/bbc.com

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Tampilan Jokowi yang Kembali Formal Saat Blusukan

Jakarta – Presiden Joko Widodo ‘hobi’ bergaya kasual saat blusukan dan kunjungan ke daerah belakangan …