Home - Bisnis - Jokowi Beri Waktu 3 Bulan soal Kejelasan Arah Pangan Nasional
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Jokowi Beri Waktu 3 Bulan soal Kejelasan Arah Pangan Nasional

jokowi-beri-waktu-3-bulan-soal-kejelasan-arah-pangan-nasional-tSaLdgBznC

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumpulkan beberapa menteri dan juga pejabat atau pimpinan lembaga yang terkait dengan UU tax amnesty dan juga pangan.

Usai membahas kesiapan instrumen penempatan dana repatriasi dari luar negeri ke dalam negeri, Presiden Jokowi juga meminta pangan nasional jelas arahnya.

“Presiden bilang tiga bulan kita ingin soal pangan arahnya sudah jelas,” kata Darmin di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (11/7/2016).

Darmin menyebutkan, komoditas pangan strategis nasional sejatinya telah memiliki arah yang jelas untuk mencapai swasembada. Salah satu yang harus diperjelas adalah mengenai harga yang diterapkan di masing-masing komoditas strategis di Indonesia.

[Baca juga: Lebaran, Harga Bahan Pangan RI Berpotensi Tertinggi di Asia]

“Seperti beras itu harganya berapa sih yang cocok? Kalau di luar berapa, di dalam berapa? Jangan banyak beda, dan sebagainya,” tambahnya.

Selain itu, sambung Darmin, Presiden Jokowi bersama Kepala BKPM Franky Sibarani, Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Meteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi juga membahas soal jagung, tebu dan peternakan.

“Bagaimana mengombinasikan ini semua? Kita perlu, Presiden ingin betul jalan ininya (arahnya) harus selesai dalam waktu cepat, satu bulanan ini, untuk kemudian dijalankan,” tutupnya.

(rai)okezone.com

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Harga Rokok Akan Menjadi 50 Ribu Perbungkus, Masih Mau Merokok?

                   TUTELAH.COM, Jakarta Dari mulai hoax sampai …