Home - Gaya Hidup - Kampong Glam
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Kampong Glam

image.img.png

Kampong Glam
Sepenggal Budaya Melayu
Nama dari kawasan historis yang tua namun menarik ini berasal dari Pohon Gelam, yang dahulu tumbuh dengan subur di daerah ini. Pada tahun 1822, lahan Kampong Glam secara resmi dialokasikan bagi kaum Melayu dan umat Muslim lainnya, termasuk komunitas pedagang Arab yang minoritas namun sukses. Pada tahun 1989, Urban Development Authority mengumumkan Kampong Glam sebagai area konservasi dan sebagian besar arsitekturnya yang asli telah direstorasi sekarang.

Untuk menjelajahi Kampong Glam, naik MRT dan turun di Stasiun MRT Bugis. Di dekat Stasiun MRT Bugis, Anda akan menemukan tempat perbelanjaan seperti Bugis Junction, Bugis Street Market yang ramai, dan tentu saja Kampong Glam. Deretan ruko konservasi yang dicat dalam warna yang ceria memenuhi Bussorah, Baghdad, dan Kandahar Street, dan banyak di antaranya ditempati oleh perusahaan desain dan perusahaan TI, restoran, jasa boga, galeri seni, dan toko kerajinan dan suvenir.

Di Muscat Street, Anda akan menemukan satu masjid yang terpenting di Singapura. Sultan Mosque pertama kali dibangun pada tahun 1826. Masjid ini sudah pernah dibangun kembali yang selesai pada tahun 1928, di mana menampilkan karpet yang disumbang oleh pangeran Arab Saudi. Seperti kebanyakan tempat ibadah keagamaan, Sultan Mosque memiliki aturan berpakaian yang konservatif. Jika Anda tidak berpakaian dengan tepat, namun ingin masuk ke masjid tersebut, ada jubah yang disediakan secara gratis.

Setelah mengunjungi Sultan Mosque yang bersejarah, pergilah ke Bussorah Street yang telah berubah menjadi kawasan bagi pejalan kaki yang ramai. Selama masa kolonial, area ini adalah kampung Arab dan dipergunakan untuk melayani kebutuhan religi komunitas Muslim. Sekarang ini, Anda dapat menemukan perpaduan yang eklektik dari toko-toko kuno dan baru yang menjual barang-barang khas Singapura seperti baju kebaya Singapore Airlines yang terkenal, perhiasan kecil, aksesori dan barang-barang kecil dekoratif, serta buku-buku yang berhubungan dengan budaya dan agama Muslim dan etnis Arab.

Dari Bussorah Street, lanjutkan perjalanan menarik Anda ke Muscat Street sebelum belok ke Arab Street, yang terkenal sebagai pusat tekstil pada tahun 1950-an dan 1960-an. Anda akan menemukan sutra, batik, renda, organza, dan bahan-bahan lain di sini, yang juga menyediakan jasa pemesanan dan penjahitan. Bawalah pulang pakaian khas Melayu tradisional atau modern yang sudah jadi, atau carilah berbagai macam permainan tradisional seperti Congkak (permainan dengan kelereng dan papan kayu), karpet, barang antik, dan kerajinan tangan dari rotan seperti keranjang anyaman untuk menghiasi rumah Anda.

Berjalanlah sampai di ujung Arab Street dan Anda akan tiba di North Bridge Road. Di toko-toko yang begitu banyak, Anda dapat menemukan kayu cendana, tasbih, penyangga buku yang secara khusus digunakan untuk Al Quran yang dikenal dengan nama ‘rehal’, sikat gigi dari kayu dan barang-barang unik lainnya untuk melayani komunitas Muslim.

Selama bulan puasa Ramadhan sampai ke Hari Raya Idul Fitri, Kampong Glam adalah tempat yang tepat jika Anda ingin merasakan pengalaman budaya dan perayaan-perayaannya. Jadwalkan kunjungan Anda untuk bersamaan waktunya dengan ‘buka puasa’ di sore hari dan saksikan Sultan Mosque dan Muscat Street menjadi semarak dengan berbagai kios yang menjual makanan lezat dan kerajinan tangan tradisional Melayu. Bergabunglah dengan berbagai kegiatan, seperti iftar (buka puasa), dan saksikan pertunjukan budaya yang meriah dan pertunjukan menganyam Ketupat.

Kampong Glam adalah permata dalam sejarah dan budaya Singapura. Sebagai sebuah tempat yang menakjubkan untuk merasakan keramahtamahan masyarakat Melayu dan belajar tentang kebiasaan umat Muslim, inilah salah satu kawasan etnis yang benar-benar tidak boleh Anda lewatkan. Yoursingapore.com

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Yana Zein masih menjalani perawatan intensif terkait penyakit kanker payudara stadium 4

Dua Minggu di Tiongkok, Begini Kondisi Yana Zein Jakarta – Pesinetron Yana Zein sudah dua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *