Home - Riau - Kabupaten Rokan Hilir - Kenape Usir Nelayan Kami…
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Kenape Usir Nelayan Kami…

DPRD Tak Terima Nelayan Rohil Diusir askar malaysia di Perairan Indonesia
nelayan

TUTELAH.COM – Rokan Hilir – Komisi B DPRD Provinsi Riau menyayangkan sikap Polisi Perairan Malaysia yang telah mengusir nelayan asal Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir saat mencari ikan diperairan Selat Malaka, tepatnya di Pulau Jemur yang berbatasan dengan Malaysia pada Selasa (14/6) lalu.

“Kalau nelayan kita tangkap ikan diperairan Indonesia kenapa diusir, kecuali mereka masuk wilayah Malaysia,” kata Anggota Komisi B DPRD Provinsi Riau Firdaus kepada Antara, Minggu.

Ia meminta kepada pemerintah daerah maupun provinsi cepat tanggap mengatasi hal ini mengingat aksi pengusiran tersebut sudah sering dilakukan.

“Kami minta pemda maupun pemprov siapkan minimal satu unit kapal cepat yang standby di wilayah perbatasan untuk mengamankan para nelayan Rohil, baik dari gangguan nelayan asing maupun aparat asing,” pinta Firdaus.

Persoalan ini, terangnya sudah sering disampaikan kepada dinas terkait namun tidak ditanggapi dengan serius, padahal kekayaan laut yang ada di Provinsi Riau salah satunya berada di Kabupaten Rokan Hilir.

“Jangan sampai aset kita diambil oleh orang lain,” tegasnya.

Ia juga mengharapkan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil untuk terus melakukan patroli dilapangan guna mengantisipasi aksi kejahatan dilaut.

“Jangan hanya tahu budidaya ikan air tawar saja, turun kelapangan pantau aktivitas ilegal fishing,” sindir dia.

Selain itu, politisi partai PKB ini juga menyarankan dinas terkait membangun pelabuhan perikanan khusus yang bertujuan untuk mengawasi setiap kapal yang datang maupun yang sedang berangkat.

“Kalau sudah ada pelabuhan itu setiap kapal yang berangkat bisa diawasi, apalagi Rohil rawan terhadap penyelundupan narkoba, karena berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara dan Malaysia. Tidak tertutup kemungkinan masuknya barang haram itu selama ini lewat jalur tikus,” katanya lagi.

Anggota DPRD Provinsi Riau lainnya menyebutkan bahwa persoalan tersebut sudah disampaikan ke Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi dan Kabupaten, termasuk Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Riau, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Senin (20/6), kami dari DPRD Riau khususnya Komisi B akan tindak lanjuti permasalahan ini untuk dicarikan solusinya bersama-sama,” kata Karmila Sari menambahkan//jm

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

PWI Rohil berikan materi Pers dan Jurnalistik di Perkemahan Pramuka

BAGANSIAPIAPI-PWI Rohil berikan materi Pers dan Jurnalistik dalam Perkemahan Hari Pramuka ke-56 tahun 2017. Tiga …