Home - Gaya Hidup - Malpraktik Pembuluh Darah Robek, Apa Itu?
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Malpraktik Pembuluh Darah Robek, Apa Itu?

Oleh : Reza Aditya Digambiro *

Malpraktik Pembuluh Darah Robek, Apa Itu?

(Foto: Istimewa)

SAAT ini, khalayak sedang dihebohkan oleh kasus dugaan malpraktik yang dilakukan oleh sebuah klinik yang mempraktikkan chiropractic di Jakarta. Besar kemungkinan, yang dialami oleh pasien tersebut adalah Arteriovenous malformation (AVM).

Arteri merupakan pembuluh darah yang bertanggung jawab mengalirkan darah berisi oksigen dari jantung ke otak sedangkan vena membawa aliran darah tersebut kembali ke jantung. AVM pada otak dapat mengganggu proses ini. AVM sendiri adalah suatu penyatuan yang abnormal antara arteri dan vena (tangle).

AVM dapat terjadi di bagian manapun dari tubuh, namun tersering didapati pada otak dan syaraf tulang belakang. Meskipun demikian, kejadian AVM cukup jarang, hanya 1 % dari keseluruhan populasi. Penyebab AVM hingga saat ini belum diketahui secara pasti.

AVM pada otak tidak menimbulkan gejala atau tanda apapun hingga terjadi robekan (ruptur) pada bundel pembuluh darah tersebut. Robekan akan berakibat terjadinya perdarahan yang dapat memicu kematian. Pada beberapa individu, gejala dan tanda yang dapat muncul di antaranya adalah: kejang, nyeri kepala atau migren hingga kelemahan atau rasa kesemutan (baal) pada satu sisi dari tubuh.

Beberapa gejala yang lebih serius dapat terjadi, seperti: sakit kepala berat, kelemahan hingga lumpuh, hilangnya penglihatan, kesulitan bicara, bingung dan tidak seimbangnya tubuh. Gejala-gejala ini dapat muncul mulai dari usia 10 hingga 40 tahun. AVM dapat menyebabkan kerusakan pada otak, namun seiring berjalannya waktu pada usia paruh baya AVM lambat laun akan stabil dengan sendirinya.

Komplikasi yang dapat terjadi pada AVM adalah Perdarahan pada otak (hemoragik) ; Berkurangnya oksigen pada jaringan otak, Menipisnya hingga melemahnya pembuluh darah hingga mengakibatkan kerusakan otak.

Segeralah mencari pertolongan medis, AVM memerlukan penatalaksanaan dari beberapa dokter spesialis, seperti neurolog, radiolog dan bedah syaraf. Terutama jika menemukan gejala-gejala seperti kejang, nyeri kepala hingga gejala lain yang lebih berat.

* dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked(PA), Sp.PA, Pemerhati Kesehatan, Pengajar Fakultas kedokteran Unversitas Trisakti dan Kepala Pap Smear Center RS Ibnusina Grogol DKI Jakarta. 

Oleh : Reza Aditya Digambiro / inilah.com

– See more at: http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2265987/malpraktik-pembuluh-darah-robek-apa-itu#sthash.DEpPZtsJ.dpuf

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Yana Zein masih menjalani perawatan intensif terkait penyakit kanker payudara stadium 4

Dua Minggu di Tiongkok, Begini Kondisi Yana Zein Jakarta – Pesinetron Yana Zein sudah dua …