Home - Nasional - May Day 2015, Buruh Segera Bentuk Partai Politik
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

May Day 2015, Buruh Segera Bentuk Partai Politik

Komaruddin Bagja Arjawinangun

 

JAKARTA – Kaum buruh mengaku kecewa dengan rezim pemerintahan Jokowi-JK yang dinilai tidak memperjuangkan nasib buruh Indonesia. Oleh karena itu sejumlah organisasi buruh berjanji segera membentuk partai politik.

Sekjen Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) Michael mengatakan, sudah saatnya buruh mempunyai alat politik yang lahir dari rahimnya sendiri.

“Kita juga wajib membangun kekuatan politik melalui partai politik, yang lahir dari rahim rakyat dan menentang sistem kapitalisme di Indonesia. Maka tugas kita selanjutnya adalah kaum buruh untuk menyatukan kekuatan buruh, yang saat ini masih tercerai-berai,” kata Michael di atas mobil orasinya, Jumat (1/5/2015).

Adanya kekuatan politik yang dibentuk oleh kaum buruh dalam sebuah partai politik, menurutnya, dapat menjamin perjuangan buruh maupun pekerja di Indonesia dari semua sektor. “Kita tidak lagi pandang bendera, kita butuh persatuan. Karena rezim Jokowi-JK jelas-jelas abai beberapa kali kita melangalami kenaikan BBM dengan berusaha mencabut subsidi, presiden ini bukan presiden rakyat,” tandasnnya.

Sontak, ribuan buruh yang mendengar orasi tersebut langsung menyepakatinya. “Setuju, kita harus punya partai politik,” teriak para buruh.

Meskipun begitu, mereka belum menyiapkan nama dan bagaimana arah ke depannya soal pembentukan partai politik dari kaum buruh yang digadang-gadang akan memperjuangkan nasib para buruh itu.(hyk)sindonews.com

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Tampilan Jokowi yang Kembali Formal Saat Blusukan

Jakarta – Presiden Joko Widodo ‘hobi’ bergaya kasual saat blusukan dan kunjungan ke daerah belakangan …