Home - Gaya Hidup - Menanti Kebangkitan Ducati di MotoGP 2015
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Menanti Kebangkitan Ducati di MotoGP 2015

8a5e871a-352f-4563-927d-9b01dc11c447_169

Menanti Kebangkitan Ducati di MotoGP 2015
Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia — Apa yang ada di pikiran Anda jika mendengar kata Ducati? Pastinya Anda akan berpikir tentang motor sport yang mewah dan punya kecepatan luar biasa.

Namun, pikiran Anda tidak akan tercermin dengan prestasi Ducati di ajang balap motor MotoGP. Di seri balap motor yang diklaim paling kompetitif di dunia itu, Ducati tidak pernah meraih kemenangan sejak 17 Oktober 2010.

Pebalap terakhir yang berhasil meraih kemenangan untuk Ducati adalah Casey Stoner (GP Australia), yang ironisnya sudah pensiun dari ajang MotoGP.

Stoner juga menjadi juara dunia MotoGP pertama dan terakhir yang menunggangi motor Ducati, yakni pada 2007. Bahkan seorang Valentino Rossi pun tidak mampu mengangkat Ducati dari keterpurukan.

Dua musim memperkuat Ducati (2011-2012), prestasi terbaik Rossi adalah dua kali meraih podium kedua di seri Perancis dan San Marino pada musim 2012.

Namun, sepertinya musim ini situasinya akan berbeda untuk Ducati. Tim asal Italia itu diprediksi bisa mengganggu dominasi Honda dan Yamaha di MotoGP 2015.

Desmosedici GP15

Ducati menjadi kejutan di tes pramusim MotoGP 2015 berkat penampilan motor anyar, Desmosedici GP15. Setelah tampil cepat di tes Sepang, GP15 yang ditunggangi duo Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, berhasil mendominasi di tes Losail.

Ducati menunggu hingga tes Sepang kedua untuk menggunakan GP15. Kesabaran itu membuahkan hasil positif di tes Losail.

GP15 adalah motor Desmosedici pertama yang secara penuh ditangani manajer umum Luigi Dall’Igna sejak direkrut Ducati dari Aprilia pada akhir 2013.

Dall’Igna mengatakan, GP15 adalah motor tersempurna Ducati untuk MotoGP, sejak Desmosedici yang membawa Stoner menjadi juara dunia pada 2007.

Dall’Igna berhasil mengubah pola kerja Ducati dalam membangun motor. Sebelumnya, pola Ducati membangun Desmosedici adalah desainer sasis harus mengikuti bola desainer mesin. Itu sebabnya GP15 terlihat lebih ramping ketimbang Desmosedici sebelumnya.

Pria asal Italia itu juga mengubah sejumlah sistem yang sebelumnya menjadi andalan Ducati, seperti mengganti mesin V 90 derajat. Namun, Dall’Igna tetap menganggap Desmosedici adalah Ducati.

“Kami mengambil ide dari orang-orang Ducati dan teknologinya juga. Jadi, saya pikir ini Ducati yang tepat. Kami punya susunan mesin seperti musim lalu dan punya sistem valve yang sama, jadi GP15 adalah Ducati sesungguhnya,” ujar Dall’Igna kepada Crash.net.

Diuntungkan Regulasi
Keputusan Ducati masuk Kelas Terbuka musim lalu juga menjadi kunci sukses tim yang bermarkas di Bologna, Italia, itu dalam membangun GP15. Dengan begitu, Ducati punya kesempatan untuk mengembangkan Desmosedici.

Tanpa masuk Kelas Terbuka musim lalu, Dall’Igna yakin Ducati akan butuh waktu lebih dari tiga tahun untuk mencapai titik pengembangan GP15 seperti saat ini.

Musim ini, Ducati juga mendapat sejumlah keuntungan meski membalap sebagai tim kelas pabrikan. Hal itu dikarenakan Ducati tidak pernah meraih kemenangan di MotoGP sejak 2013.

Ducati bersama dua tim lainnya, Aprilia dan Suzuki, bisa membalap dengan empat liter bahan bakar lebih banyak dari tim kelas pabrikan lainnya seperti Honda dan Yamaha (20 liter).

Ketiga tim tersebut juga mendapat jumlah persediaan ban belakang lunak lebih banyak, persediaan mesin lebih banyak, dan bisa mengembangkan mesin sepanjang musim.

Ducati akan kehilangan jatah dua liter setiap balapan, menjadi 22 liter, jika meraih kemenangan di balapan kering atau meraih dua kali podium atau lebih musim ini. Namun, kondisi itu tidak membuat Dall’Igna khawatir. Dall’Igna mengaku Ducati hanya menghabiskan 22 liter setiap balapan sepanjang musim lalu.

Ducati kemudian akan kehilangan jatah ban belakang lunak jika meraih tiga kemenangan di trek kering musim ini.

“Tiga kemenangan di trek kering? Saya pikir peraturan ini sangat tidak adil. Karena Ducati saat ini sudah sangat cepat. Jadi saya tidak mengerti kenapa mereka mendapat keuntungan ini,” ucap pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

Menariknya, meski diprediksi bisa meraih banyak sukses, Ducati tetap memiliki target yang minim di MotoGP 2015.

“Target saya setidaknya satu kemenangan. Saya tidak tahu kapan kemenangan itu akan datang, tapi itu target Ducati untuk musim 2015,” ucap Dall’Igna. (har)cnn.indonesia

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Yana Zein masih menjalani perawatan intensif terkait penyakit kanker payudara stadium 4

Dua Minggu di Tiongkok, Begini Kondisi Yana Zein Jakarta – Pesinetron Yana Zein sudah dua …