Home - Riau - Kabupaten Rokan Hilir - PASUTRI JUAL NARKOBA
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

PASUTRI JUAL NARKOBA

bd narkoba

TUTELAH.COM – UJUNGTANJUNG Jajaran Sat Narkoba Polres Rohil berhasil meringkus sepasang suami istri ( Pasutri ) yang diduga sering menjual beli narkotika golongan satu jenis sabu-sabu, Sabtu (23/5) sekira pukul 22.00 Wib di Jalan Lintas Riau Sumut Km.17 Dusun Kencana Kelurahan Pasır Putih, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rohil. Tepatnya, di rumah kediaman pasutri itu sendiri.

Kapolres Rohil, AKBP Subiantoro SH SIK,  Senin (25/5) menjelaskan, bahwa pasutri yang diamankan Sat Narkoba Polres Rohil tersebut diantaranya, Ramy Susesno alias Ramy Bin Slamet (50) dan istrinya Yusnita alias Upik binti Saripudin (45).
Kronologis penangkapanya, terang Subiantoro, penangkapan itu berawal karena adanya informasi dari masyarakat terpecaya bahwa di rumah kediaman pasutri tersebut sering terjadi jual beli narkoba. Mendapat informasi itu, jajaran Sat Narkoba Polres Rohil melakukan lidik.

Dari hasil lidik dan penggeladahann terang Subiantoro, ditemukan kedua tersangka didalam rumahnya, dan dari tangan tersangka berhasil diamankan 1 (satu) bungkus plastik bening yang diduga berisi narkoba jenis sabu, dan 2 (dua) bungkus plastık benıng yang berısıkan sisa narkoba jenıs sabu. “Selanjutnya, tersangka berikut bersama BB sabu dibawa ke Polres Rohil guna menjalani dan pengembanagn lebih lanjut,” terang Subiantoro.

Sebelumnya, lanjut Subiantoro, pada Jumat (23/5) sekira pukul 00.30 Wib di Jalan lintas Riau Sumut, KM 5, Kelurahan Bahtera Makmur, tepatnya di depan bengkel YMS, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rohil. Jajaran Sat Narkoba juga berhasil mengamankan tersangka Wahyudi Wibowo alias Wahyu (33) warga Bahtera Makmur, Kecamatan Bagansinembah, Kabupaten Rohil yang juga diduga sebagai sebagai pengedar narkotika golongan satu jenis sabu-sabu.

Kronolgis penangkapanya, bahwa sebelumnya jajaran Sat Narkoba juga mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka Wahyu sebagai bandar besar narkoba. Selanjutnya, jajaran Sat narkoba Polres Rohil melakukan pengintaian, dari hasri pengintaian didapat tersangka sedang berada di depan bengkel YMS di Bagansinembah.

Dari hasil penggeledahan, jelas Subiantoro, ditemukan 1 (satu) buah kotak kunci dan kemudian dengan disaksikan tersangka dan oleh 3 orang laki-laki disekitar TKP, kotak tersebut  dibuka dan ditemukan 9 paket plastik bening yang berisikan butiran kristal diduga narkotika jenis sabu. Kemudian dilakukan penggeledahan dirumah tersangka Wahyudi ditemukan beberapa lembar plastik pack warna bening berles merah, beberapa lembar bukti pengiriman penyetoran uang diduga hasil jual beli Narkotika jenis sabu-sabu. “Selanjutnya, tersangka dan Barang Bukti ( BB y dibawa ke Mapolres Rohil untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” terang Subiantoro.

Terpisah, Kasat Narkoba Polres Rohil, AKP Rihold Sihotang ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pasutri dan pengedar narkoba atasnama Wahyudi diamankan oleh pihak Sat Narkoba yang dipimpinya. Dijelaskanya, bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, baik pasangan suami istri dan tersangka Wahyudi tidak mengakui bahwa BB tersebut milik mereka.

Itu hak mereka tidak mengaku, sebab kuat dugaan kita mereka tidak mengaku dengan maksud ingin memutus rantai dengan bandar besar. Dengan tujuan, bandar tempat mereka belanja tidak ikut ditangkap,” ujar Riold. Namun, Rihold menegaskan, bahwa dari dari pemeriksaan tes urine terhadap ketiga tersangka positif menggunakan narkoba.

Rihold menambahkan, bahwa tersangka Ramy Susesno alias Ramy Bin Slamet (50) adalah sebagai resedivis ( orang baru keluar dari lembaga pemasyarakatan ) pada 2014 lalu dengan kasus narkoba juga. “Sampai saat ini, kami terus melakukan pemeriksaan dengan pengembagan terhadap tersangka yang diduga sebagai pengedar narkoba ini. Dengan tujuan, para pelaku lainya dapat ditangkap,” kata Rihold.

Menurut Rihold, atas perbuatan ketiga tersangka bisa dikenakan dengan pasal 114, pasal 132, dan pasal 112 tentang narkoba. “Kalau untuk pasutri itu bisa terancama dengan hukuman penjara 15 tahun penjara. Sedangkan, untuk tersangka Wahyudi bisa terancam hukuman penjara seumur hidup,” tegas Rihold.

Ketika ditanya kenapa ancaman hukuman itu bisa berbedan sednagkan pasal yang dikenakan pasal yang sama. Rihold menjelaskan, bahwa tergantung dari barang bukti yang ditemukan. “Untuk pasutri, BB ditemukan cuma sedikit. Sementara, BB yang ditemukan dari tersangka Wahyudi lumayan banyak. Makanya, ancaman hukuman untuk dia lebih berat dari pasutri itu,” pungkas AKP Rihold.(Abdul Rahman)

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Apel pertama pasca libur lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah Pemkab Rohil

  ROHIL-Bupati Rohil H Suyatno, memimpin apel pertama pasca libur lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah. …