Home - Advertorial - Pembinaan Nelayan dan Pengawasan Kelautan, dapat Meninggkatkan Kesejahteraan Nelayan Rohil.
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Pembinaan Nelayan dan Pengawasan Kelautan, dapat Meninggkatkan Kesejahteraan Nelayan Rohil.

bupati dewan panen ikan

Pembinaan Nelayan dan Pengawasan Kelautan, dapat Meninggkatkan Kesejahteraan Nelayan Rohil.

pengembangan usaha mina perikanan (PUMP)
Selain memberdayakan nelayan dengan memberikan bantuan boat dan alat tangkap ikan, Diskanlut juga akan melakukan pembinaan memberdayakan nelayan melalui pengembangan usaha mina perikanan (PUMP). Dimana program dari pemerintah pusat itu dengan cara memberikan bantuan kepada para nelayan dalam bentuk uang yang disalurkan ke rekening kepada kelompok nelayan.

Uang bantuan yang diberikan tersebut akan dibelanjakan secara langsung oleh kelompok nelayan sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya. Namun, didalam pembelanjaan itu para kelompok nelayan terlebih dahulu menyusun rencana usaha kegiatannya yang didampingi pendamping dari pusat, “kata Amin

Ia mengatakan, selain program PUMP juga ada program dari pemerintah pusat yakni “sehat nelayan” (Sertifikat hak atas tanah nelayan). Dimana program ini katanya bertujuan agar para nelayan memiliki akses perbank kan agar senang membuka suatu usaha serta memperluas usahanya dibidang nelayan.

Salah satu contohnya para nelayan itu bisa melakukan peminjaman uang ke Bank jika kekurangan dana untuk mengembangkan usahanya.
“Jika para nelayan telah memiliki sertifikat “sehat nelayan” tersebut, maka bisa dijadikan anggunan ke Bank. Untuk itu kita siap membantu para nelayan untuk mendapatkan sertifikat dimaksud tanpa harus mengeluarkan biaya sepersen pun, “janji Amin.

Bantuan Alat Penangkap Ikan
Dinas perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Rohil pada tahun 2016 ini juga akan memberikan bantuan bagi para nelayan didaerah pedalaman. Daerah pedalaman dimaksud bukanlah daerah yang terisolir namun daerah yang jauh laut akan tetapi memiliki sungai.
Untuk Kabupaten Rokan Hilir nelayan pedalaman itu terdapat seperti dikecamatan Pujud, Rantau Kopar, Tanah Putih dan Tanjung Medan. Dimana pada tahun 2015 lalu para nelayan pedalaman itu kita berikan bantuan berupa sampan, jaring dan jala untuk menangkap ikan, “kata Amin.
pemberian bantuan alat fish finder.
Ia mengatakan bantuan untuk nelayan pedalaman itu diberikan dengan kategori nelayan yang pendapatannya hanya cukup untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Nah, kategori inilah yang kita berikan bantuan. “yang jelas kita setiap tahunnya terus memberikan bantuan kepada nelayan dengan cara melakukan pendataan, “ucap Amin.

bup-nelayan

Cegah Praktek illegal fishing

Maraknya aksi pencurian ikan di perairan Rohil tidak hanya meresahkan nelayan tradisional, untuk itu Bupati Suyatno meminta kepada tim terpadu yang telah dibentuk segera turun ke laut untuk mengawasi dan mencegah praktek illegal fishing atau pencurian ikan yang tengah marak di daerah itu.

“Kami minta tim terpadu segera lakukan koordinasi. Kalau perlu lakukan patroli guna melihat langsung kondisi laut Rohil apakah masih marak illegal fishing atau tidak,” kata Suyatno kepada wartawan di Bagansiapiapi,

Menurut dia dalam memberantas illegal fishing perlu komitmen bersama, karena pengawasan diperairan tidak hanya tugas pemerintah daerah semata melainkan kerjasama tim yang telah dibentuk.

Tim terpadu dalam menangani tindak pidana perikanan diwilayah Rohil itu meliputi Polair, TNI AL, Dinas Perikanan dan Kelautan, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Dinas Perhubungan, Syahbandar, Bea Cukai, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rohil.

Sebelumnya, HNSI Rohil juga meminta dinas terkait bersama seluruh stakeholder lainnya untuk segera menertibkan aksi illegal fishing yang dilakukan oleh nelayan luar.

“Maraknya aksi pencurian ikan diperairan Rohil tidak hanya meresahkan nelayan tradisional saja, tapi juga merusak sumber daya hayati dilaut. Kami minta Dinas Perikanan dan instansi terkait lainnya segera melakukan patroli,” kata Murkhan Muhammad.

Ia mengemukakan bahwa baru-baru ini aksi pencurian ikan yang beroperasi diperairan Rohil menggunakan kapal pukat harimau bertonase 25-30 Gross Tonnage (GT).

Ironisnya, lokasi yang digunakan kapal pukat harimau sebagai tempat menangkap ikan hanya berjarak sekitar 7-8 mil dari bibir pantai dan beroperasi siang dan malam tanpa mempedulikan orang dan lingkungan.

“Selama ini nelayan tradisional kerap melarang kehadiran nelayan luar, sehingga mereka melampiaskan kemarahannya dengan cara membabi buta terhadap nelayan tradisional yang tengah melaut,” tuturnya.

Pelarangan penggunaan pukat harimau menurut dia, merupakan kewenangan pemerintah, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seinen Nets).

“Nelayan tradisional sangat mendukung kebijakan itu, namun pemerintah juga harus komit melarang alat tangkap yang meresahkan tersebut. Artinya, pemerintah jangan hanya pandai bikin aturan saja, tetapi tidak pandai menjalankannya,” kata Murkhan yang juga Anggota DPRD Rohil membidangi perikanan dan kelautan itu.

  batas-nelayan

  

Pemahaman Tentang Batas Wilayah Perairan Kepada Para Nelayan

Saat membuka sosialisasi Produk Hukum di Bidang Perikanan dan Peraturan Pengawasan di Wilayah Perbatasan, Selasa (20/9/2016) kemarin di aula lantai VI Kantor Bupati Rohil, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi.

“Sosialisasi ini tujuan utamanya adalah untuk memberikan pemahaman tentang batas wilayah perairan kepada para nelayan baik itu nelayan tradisional dari Rohil, Bengkalis maupun nelayan dari Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumatera utara (Sumut),” ujar Suyatno.

Disebutkan Suyatno, beberapa waktu lalu 19 nelayan Rohil ditangkap Polisi Diraja Malaysia karena dianggap telah masuk ke dalam kawasan perairannya.

“Tertangkapnya nelayan kita itu karena ketidaktahuannya batas wilayah perairan.

Makanya hari ini kita laksanakan sosialisasi ini agar nelayan bisa diberikan ilmu tentang peta batas kawasan perairan. Sehingga ke depannya tidak ada lagi nelayan kita yang ditangkap saat mencari nafkah di laut,” ungkap Suyatno.//adv/humas//

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Kembangkan Pariwisata Meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah)

Kembangkan Pariwisata Meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terus berupaya membangun mengembangkan …