Home - Riau - Kota Dumai - Pemko Dumai Programkan Pembinaan dan Bantuan Kesejahteraan Nelayan
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Pemko Dumai Programkan Pembinaan dan Bantuan Kesejahteraan Nelayan

nelayan

 

 

Pengelolaan sektor perikanan di Kota Dumai yang dijalankan Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memprogramkan upaya pembinaan dan bantuan mensejahterakan kehidupan para nelayan. Pemerintah Kota Dumai juga menilai persediaan ikan tangkap di perairan harus diupayakan tercukupi bagi nelayan dengan cara menggiatkan penjagaan dan pelestarian lingkungan sekitar  perairan/pantai.

Menurut Wakil Walikota Dumai, H. Agus Widayat, perlu ada kepeduliaan meningkatkan jumlah ikan tangkapan di perairan dan mengajak seluruh pihak dan nelayan untuk senantiasa menjaga lingkungan dengan cara menghindari pengrusakan dan tidak membuang limbah padat maupun cair ke laut.

“Penjagaan lingkungan sangat penting agar tetap asri sehingga menekan pencemaran di laut, dan jika perairan terhindar dari pencemaran, sudah pasti biota laut bakal berkembang sangat cepat dan nelayan yang bakal diuntungkan,” Kata Wawako Agus Widayat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Dumai Syafrizal mengatakan jumlah ikan tangkapan nelayan yang terkumpul setiap harinya  di pelabuhan pendaratan ikan (PPI) di Kelurahan Purnama mencapai kurang lebih 1 ton. Namun hasil ikan tangkapan nelayan ini tidak mencukupi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat, sehingga selain harus didatangkan dari berbagai daerah pemasok, juga diupayakan budidaya ikan air tawar oleh sejumlah kelompok nelayan.

“Kebutuhan konsumsi ikan setiap hari mencapai 15 ton, dan karena jumlah ikan di  TPI terbatas maka didatangkan dari beberapa daerah pemasok,” kata Syafrizal.

Pedagang ikan di sejumlah pasar tradisional mendatangkan ikan dari daerah Kampar, Sumatera Barat dan Medan Sumatera Utara. Sedangkan dari budidaya ikan air tawar yang dikelola masyarakat hanya bisa menghasilkan setengah ton ikan tiap hari. Untuk meningkatkan hasil ikan tangkapan nelayan, pemerintah selalu memberikan pembinaan dan menyerahkan bantuan sesuai kemampuan anggaran daerah. Namun pada Tahun 2015 untuk sektor perikanan nihil bantuan untuk nelayan dari pemerintah karena keterbatasan anggaran daerah yang mengalami penyusutan. Hal ini disebabkan anggaran pemerintah daerah berkurang ratusan miliar rupiah dampak dari kebijakan pemotongan dana bagi hasil dari pusat karena harga minyak dunia turun. Padahal sebelumnya DKP telah merancang sejumlah program bantuan mensejahterakan para nelayan, diantaranya, sehat nelayan, listrik untuk nelayan, distribusi beras ketika cuaca buruk dan peningkatan usaha mandiri perdesaan.

“Berbagai program bantuan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang dijalankan, namun tetap melihat kondisi keuangan pemerintah daerah,” ungkap Syafrizal.

Khusus program sehat nelayan dilakukan dengan cara memberikan kemudahan pengurusan sertifikasi hak atas tanah yang dimiliki nelayan, program listrik nelayan berupa pemasangan jaringan listrik pada rumah nelayan yang belum tersentuh pelayanan PT PLN. Program lainnya, yaitu peningkatan usaha mandiri perdesaan berupa bantuan modal kepada kelompok usaha bersama (KUB) nelayan yang mengajukan proposal permohonan ke pemerintah. Selain itu, ada juga bantuan peralaran jaring dan alat tangkap serta perbaikan kapal nelayan dengan tujuan memberikan kemudahan dalam meningkatkan hasil tangkap ikan di laut.

“Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada nelayan dengan harapan bisa meningkatkan hasil tangkapan ikan dan tingkat kesejahteraan membaik, Pada 2014, kami mendistribusikan bantuan beras sebanyak 10 ton kepada ratusan nelayan, yaitu 30 kilogram per kepala keluarga,” papar Syafrizal

Pemerintah Kota Dumai, menurut Syafrizal, terus mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk giatkan gemar makan ikan demi kesehatan karena mengandung asam lemak Omega 3 yang bermanfaat banyak bagi pertumbuhan perkembangan otak manusia. Selain itu, dengan konsumsi ikan yang banyak mengandung vitamin tentu saja akan berguna untuk meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh, menjaga keseimbangan tubuh, sumber nutrisi dan juga baik untuk kesehatan mata kulit dan tulang.

Berbagai langkah pembinaan dan sosialisasi terkait kebijakan sektor perikanan juga terus dijalankan, termasuk diantaranya pelarangan pemakaian jaring sondong kepada nelayan saat melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan laut. Larangan alat tangkap udang dan ikan jaring sondong ini sudah disampaikan ke nelayan setempat sejak mengikuti peraturan pemerintah pusat yang bertujuan untuk mencegah kerusakan perairan. Namun sejauh ini kondisi perairan Dumai masih aman dan kondusif untuk mendukung aktivitas nelayan tangkap ikan karena intens diawasi oleh berbagai instansi terkait. penjagaan kawasan pantai dan perairan sekitar juga dilakukan dengan rutin.

Para nelayan harus bisa memahami kondisi cuaca ketika akan melaut dan tidak memaksakan diri untuk memasuki perairan jika mendapati gelombang tinggi air laut.

“Kondisi buruk diperairan biasanya juga menyebabkan jumlah ikan tangkap diperairan berkurang, karena itu diminta nelayan menjaga keselamatan diri, selain itu harus melengkapi diri dengan alat keselamatan diri seperti alat penerangan dan pelampung yang memadai,” terang Syafrizal.

Dinas Perhubungan Kota Dumai juga melayani para nelayan dengan pengurusan dokumen kapal di bawah tujuh Gross Tonnage (GT) untuk keselamatan berlayar. Pelayanan kapal nelayan khusus di bawah 7 GT terdiri dari sertifikat kelayakan dan pengawakan kapal penangkap ikan dan pass kecil kapal penangkap ikan. Banyak keuntungan yang diperoleh nelayan ketika mengalami kehilangan kapal atau insiden kecelakaan saat berlayar.

“Dokumen ini juga berlaku ketika ada razia aparat hukum di perairan dengan menunjukkan sertifikat dan pass kecil yang dimiliki, sama halnya dengan kendaraan harus ada STNK,” jelas Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishub Dumai Mahadi Ferdinand.pemkabdumai/

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Distanak Dumai Sosialisasikan tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam

              TUTELAH.COM, DUMAI – Tidak lama lagi kita akan …