Home - Advertorial - Meningkatkan PAD Menuju Pertumbuhan Pembangunan Rokan Hilir
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Meningkatkan PAD Menuju Pertumbuhan Pembangunan Rokan Hilir

bup.ipdn

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUTELAH.COM, ROKAN HILIR –  Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda)  bagian dari birokrasi pemerintahan Kabupaten Rohil yang bertugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan Pemerintah Daerah berdasarkan asas otonomi di bidang pendapatan daerah.

Upaya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak dan  kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, maka tuntutan akan pelayanan pembayaran pajak yang bermutu, nyaman dan berorientasi pada kepuasan para wajib pajak, perlu peningkatan pelayawan  pengguna layanan Dispenda juga memiliki kebutuhan dan harapan pada kinerja Dispenda yang profesional.

Pelayanan terbaik yang diberikan oleh Dispenda sangat berpengaruh terhadap penerimaan pajak daerah. Tak hanya itu, pelayanan prima adalah layanan terbaik yang diberikan kepada wajib pajak sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku, sesuai dengan harapan dan kepuasan masyarakat sebagai wajib pajak.

Pelayanan prima akan berdampak  positif dan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Perlakuan adil oleh pegawai kepada seluruh wajib pajak atas pelayanan yang diberikan menjadi keharusan yang penting dan memudahkan wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya

Akan menjadi nilai tambah bagi Dispenda apabila dapat memberikan kinerja yang baik dan memuaskan,  Dalam hal ini wajib pajak akan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh Dispenda, sehingga merasa nyaman untuk membayar pajak tepat waktu dan tepat jumlah.

Bupati Rokan Hilir bangga akan kinerja  Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Rohil  karena ada peningkatan  Pendapatan Asli Daerah (PAD)  dari tahun lalu, mencapai target yakni sebesar Rp. 30 miliar, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2014 yang hanya mencapai Rp26 miliar.

Pencapaian target itu mengalami kenaikan signifikan, namun pihak dispenda akan terus berupaya meningkatkan PAD tahun 2016. “Alhamdulillah, 2015 PAD murni kita lebih kurang Rp30 Milyar. Tentunya tahun ini kita naikkan lagi targetnya,” katanya.

Kepala Dinas Dispenda Ferry berharap tahun 2016 ada lonjakan PAD dari berbagai sektor masing-masing di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Bahkan SKPD yang mendapatkan target juga akan mendapatkan penghargaan dari Bupati Rohil. “Saya pikir penghargaan ini penting supaya lebih baik lagi pencapaiannya dengan tujuan agar setiap dinas termotivasi untuk mendapatkan penghargaan tersebut,” ujarnya.

kadispenda

Menggali  Sumber PAD

Potensi besar PAD Rohil baik dari perhotelan, rumah makan, restoran, maupun galian C serta pajak PBB agar dapat meningkatkan lonjakan PAD Rokan Hilir,”apa lagi saat ini Rohil telah berdampak dari rasionalisasi anggaran oleh pemerintah pusat, sangat jauh pemotonganya mencapai  Rp250 Miliar. PAD tahun ini harus di genjok untuk meneruskan pembangunan di Rohil,”bebernya.

Semua jenis  item pajak harus ditingkatkan tahun ini, dengan realisasi pajak reklame serta melakukan koordinasi dengan stake holder terkait seperti Satpol PP. “Kalau untuk pajak reklame memang ada peningkatan dibanding tahun lalu,” katanya.

Dispenda Rohil  memasang target pendapatan di Dispenda Rokan Hilir pada tahun 2016 sebesar Rp 123 miliar. Sedangkan untuk realisasi pencapaian dari bulan Januari hingga April 2016 sudah mencapai Rp 98 miliar. Dari angka Rp 98 miliar tersebut mendekati angka Rp 20 miliar sudah menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). ”Kan waktu kita masih ada tujuh bulan lagi, dan kita sangat optimis bisa mencapai target yang dibebankan,dan kita akan beruapaya semaksimal mungkin dengan menggerakan semua jajaran kita untuk bekerja secara maksimal pula,” katanya.

Fery H Parya  menjelaskan, saat ini PAD yang besar didapat dari pajak penerangan jalan,hal ini peningkatan pembayaran pajak oleh wajib pajak. Menurutnya PAD itu ada macam-macam seperti dari PAD murni yeng terdiri dari pajak dan retribusi.

“’Selain PAD murni kemudian ada pendapatan dari kelompok pendapatan asli jasa giro, pendapatan dari pengembalian,ada kekayaan Pemda di BUMD, sangat banyak hingga total semuanya sudah Rp 98 miliar dan kita berharap dengan empat bulan PAD kita bisa mencapai di angka Rp.30 miliar,” jelas nya.

Sementara menurut Fery H parya PAD tahun lalu lebih kurang tercapai Rp.27 miliar dari pajak dan retribusi, mudahan tahun ini bisa naik menjadi 30 miliar, sementara pendapatnya hanya berkisar Rp85 miliar.

 

Pelayanan Prima

Dikatakan Fery bahwa Dispenda berupaya melakukan pola jemput bola untuk merealisasikannya agar bisa tercapai, pihaknya mesti membuat strategi supaya potensi PAD tersebut dapat tergali dengan maksimal.

Khusus untuk target PAD yang menjadi beban Dispenda, pihaknya tengah memperkuat koordinasi dengan pegawai ditingkat bawah.Antara lain untuk lebih meningkatkan penagihan kepada objek PAD yang masih berutang dan juga siapkan diri untuk jemput bola.

”Untuk potensi PAD yang ada di lapangan saat ini memang sangat tinggi dan sesuai dengan target yang ditetapkan. Kita memang mematok target PAD lebih tinggi dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dalam hal ini Fery H Parya dalam mengumpulkan pendapatan dari berbagai sumber potensi pihaknya berupaya memperkuat sistem penarikan pajak dengan memperkuat koordinasi dengan pegawai penagihan pendapatan kepada objek wajib pajak.

Dinas Pendapatan Daerah Rohil akan bekerja keras merealisasikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2015. Pihaknya mesti membuat strategi supaya potensi PAD tersebut dapat tergali dengan maksimal.

 

Padahal sektor pendapatan daerah Rohil terbesar bersumber dari dana bagi hasil migas   tahun 2014 mencapai Rp1,2 triliun, dengan persentase 69.51 persen dan realisasi pendapan dana perimbangan tahun 2013, angkanya cukup besar mencapai Rp1,3 trilun lebih.

Dengan persentase pendapatan 80.37 persen. Dari hasil ini, sektor penerimaan lainya dapat terbantu sehingga pendapatan asli daerah naik setiap tahunya.

“Kita akui dari sektor pendapatan dana perimbangan sangat besar membantu daerah dalam mencapai keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, dispenda berupaya terus mengenjot disetiap satker untuk mencapai realisasinya,”ujarnya.

Sedangkan disektor penerimaan daerah lainya yang besar bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Ditambah sektor lainya pendapatan asli daerah seperti pajak daerah dan retribusi daerah, kemudian sumber lain pendapatan daerah yang sah.

“Jadi dari semua sumber penerimaan daerah dikalkulasikan meningkat atau naik setiap tahunya. Artinya, realisasi pendapatan yang ditargetkan tercapai. Meski demikian, hasil keseluruhan pencapaian terget daerah setiap tahunya akan jadi perbandingan.

Dengan demikian menjadi motivasi bagi satker terkait untuk mengenjot setiap sektor pendapatan daerah,”ungkapnya.

 

sidang bupati

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pencapain Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan

Ferry menambahkan, seperti Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan hingga saat ini belum mencapai hasil yang maksimal. Minimnya kesadaran objek wajib pajak daerah menjadikan pendapatan disektor tersebut berkurang. “Terutama di Kecamatan Pasir Limau Kapas, realisasinya jauh dibawah target yang ditentukan.

Meski demikian kita berupaya membenahi dan mengevaluasi kembali data yang ada. Dan kedepan diharapkan dapat lebih baik dan mencapai target,”ungkapnya.

Terkait  APBD tahun ini sangat jauh merosot hal ini karnakan dana bagi hasil daerah dengan pusat sangat jauh menurun, sehubungan  harga minyak mentak dunia mengalami menurunan. sehingga snagat berdampak dengan pendapatan PAD daerah. “diakui tahun ini pemotongan APBD 2016 sangat banyak, ini dikarnakan pendapatan bagi hasil minyak berkurang. ini dikarnakan harga minyak dunia turun. untuk itu, tahun ini kita harus memaksimalkan pendapatan dari sektor lainya. hal ini tidak terlepas dari kerjasama semua pihak terutam satker yang memiliki pendapatan,”tegasnya.

 

Sementara itu, untuk APBD tahun 2016, diasumsikan sebesar Rp2.184 trilun lebih. Pendapatan itu diperoleh dari pajak, retribusi, DBH dan SDA. Dari asumsi dasar didapat yakni belanja daerah diantaranya belanja tidak langsung asumsinya Rp1.404 triliun lebih, belanja langsung asumainya Rp1.804 triliun lebih.

Sedangkan, pembiayaan daerah diasumsikan sebesar Rp. 719 miliar, dengan pengeluaran daerah diasumsikan Rp26 miliar lebih. Demikian disampaikan Bupati Rohil H Suyatno, dalam sidang paripurna penyampaian keuangan dan APBD 2016, di ruang rapat Kantor DPRD Rohil.

Dalam nota keuangan yang disampaikan dalam rapat bersama DPRD beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa kondisi perekonomian masyarakat dari tahun 2014 mengalami percepatan sebesar 4.01 persen dibandingkan sebelumnya 2.49 persen tahun 2013.

Melihat pertumbuhan ekonomi  tahun 2014 pertumbuhan secara fisik mengalami kenaikan signifikan 12.42 persen. Perekonomian makro di Kabupaten Rohil secara nasional masih mampu berkembang, dapat dipastikan bahwa produksi perekonomian tahun 2016, akan lebih baik kedepan.

“Kita masih tergantung pada DBH dan harus diantisipasi dengan mencari disektor Sumber daya alam (SDA) yang belum dikelola secara maksimal,” ungkap Bupati di dalam sidang Parnipirna.

 

UPAYA PEMERINTAH DAERAH MENINGKATKAN PEREKONOMIAN

Pemerintah daerah berupaya mengatasi hambatan dan tantangan dengan mewujudkan pertumbuhan perekonomian melalui perkebunan, pertanian dan perikanan. Pemda sendiri bersifat fasilitator dalam mendorong percepatan perekonomian, tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan.

Bupati menambahkan, bahwa dalam membangun kemandirian, pemerintah daerah berupaya menambah alokasi daerah, retribusi daerah dengan tidak membebani dunia usaha, namun hendaknya tetap memperhatikan azas kemandirian perekonomian, pemkab sendiri tetap berkomitmen meningkatkan kinerja secara menyeluruh memperhatikan desentralisasi fiskal.

Pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rohil tahun 2016 disebabkan terjadinya penurunan dana perimbangan atau dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat kedaerah. Dimana Penurunan DBH rohil pada tahun 2015 lalu mencapai angka Rp500 Miliar lebih.

Konsekwensi  dari penurunan DBH pada tahun lalu membuat APBD Rohil tahun 2016 terjadi banyak perubahan hingga mencapai Rp150 Miliar. “APBD Rohil tahun 2016 memang banyak terjadi perobahan dari angka yang diajukan, hal ini tidak terlepas dari menurunnya penerimaan dana perimbangan dari pemerintah pusat, “ujar Bupati.

Selain diakibatkan menurunnya dana perimbangan, menurut Bupati menurunnya APBD tahun ini juga disebabkan oleh pemerintah pusat dalam membayar dana perimbangan tahun 2015 lalu sebesar Rp. 400 miliar. Sementara pada waktu itu pemkab bersama DPRD Rohil telah mensepakati APBD Rohil, “terangnya.

Apabila pemerintah pusat tidak segera menyalurkan dana perimbangan itu tentunya akan berdampak terhadap APBD Rohil tahun 2016 sebesar Rp. 1 Triliun lebih tidak bisa digunakan untuk pembangunan negeri ini.

Dengan demikian semua kegitan tidak ada dan hanya memiliki dana belanja tidak langsung, sehingga dana yang belum kita terima dari pusat itu akan dibintangi, “jelas Bupati. Dalam hal ini Bupati menjelaskan kepada para camat serta datuk penghulu beserta jajarannya agar nantinya tidak merasa heran dikarenakan usulan kegiatan tidak bisa direalisasikan. “ini perlu kita sosialisasikan kepada satker bahwa ini bukanlah kemauan kita melainkan kebijakan dari pemerintah pusat, “katanya.

Sampai saat ini Rancangan pendapatan belanja daerah (RAPBD) Rohil tahun 2016 telah dilengkapi dan dalam waktu dekat akan segera diserahkan kepemrintah propinsi Riau. “sebelum diantar kepropinsi tentunya kita harus berkonsultasi dengan pihak DPRD Rohil terutama menyangkut kondisi APBD Rohil, “Pungkasnya.

Ketua DPRD Rohil, Nasrudin Hasan, mengatakan bahwa kebijakan umum anggaran merupakan anggaran fiskal dan RPBD dan nota keuangan menjadi wujud pengelolaan keuangan daerah yang dilaksanakan secara terbuka. Fungsi APBD merupakan otorisasi daerah, perencanaan dan administrasi. //adv/hms//

 

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Meningkatkan PAD Menuju Pertumbuhan Pembangunan Rokan Hilir

                TUTELAH.COM, ROKAN HILIR –  Dinas Pendapatan Daerah …