Home - Riau - Kabupaten Rokan Hilir - PH Laporkan Penyidik.
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

PH Laporkan Penyidik.

AV

PH Laporkan Penyidik.

Terdakwa Diduga Di Aniaya Oleh Penyidik , BAP Dua Kali Di Rubah.

Bagan Batu.(Rohil)

Kasus dugaan pencurian dan perbuatan cabul kepada seorang bocah inisial. V (5) Putri seorang Polri anggota polsek Bagan sinembah yang terjadi sekitar agustus 2014 lalu oleh Terdakwa Apan Akbar als Apan (19) putra Sulung dari empat bersaudara bapak A,Rifai Warga jln Bukit. Pembangunan Bagan Batu Rokan Hilir, sangat menarik perhatian pihak keluarga yang ingin mencari keadilan dari pihak penegak hukum.

Dugaan perbuatan Terdakwa ini didakwa melanggar pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Pasal 81 jo pasal 82 UU RI no 23 Tahun 2003. tentang perlindungan anak.

Diketahui saat ini Terdakwa sudah disidangkan dipengadilan Rokan Hilir pada tahap pemeriksaan saksi korban dan saksi lainnya.

Dari informasi yang dihimpun awak media. awalnya Terdakwa saat ditangkap pihak polisi tidak mengakui perbuatan yang disangkakan oleh penyidik polisi kepada dirinya . Namun saat polisi menggiring dan memeriksa Terdakwa dikantor polsek Bagan Sinembah, diduga pada saat itu lah terdakwa dianiaya oleh pihak Penyidik dan dibawah tekanan dipaksa untuk mengakui perbuatan dan menandatangani BAP ” ujar A,Rifai orang tua Apan.
Saat itu anak saya lihat dikantor polsek sudah babak belur..”Jelasnya.

Penasehat Hukum Terdakwa. Kalna Surya Sir. SH. atas dugaan penganiayaan pada kliennya , sehingga Kuasa Hukum terdakwa melaporkan perbuatan dugaan penganiayaan penyidik ke pihak Propam Polres Rohil,Kompolnas .dan Kemenkumham . Atas laporan itu pada bulan Oktober 2014 BAP terdakwa dirobah kembali oleh pihak penyidik dan seluruh BAP yang pertama pada bulan agustus 2014 dibantah seluruhnya oleh Terdakwa.

Kita sepakat dugaan perbuatan terdakwa berlanjut sampai kepengadilan, namun laporan atas penganiayaan , juga harusnya di tangani dan ditindaklanjuti oleh pihak polisi. ” Ujar Kalna dengan miris”
Menurut pasal 28 ayat(2) peraturan Kapolri no. 14 tahun 2011 tentang Kode etik profesi kepolisian.
Menjelaskan penjatuhan sanksi KEPP tidak menghapuskan tuntutan pidana dan /atau Perdata.
Sehingga menurut pengacara seharusnya kasus dugaan penganiayaan ini juga dapat
diproses. ” Tegasnya.
Sampai hari ini hasil dari sidang profesi propam belum ada tindaklanjutnya ” ujarnya sabtu (11/4)pada wartawan.
Haji RS tetangga Apan mengatakan ia yakin bahwa Apan tidak yakin melakukan perbuatan itu. Saya tau dia dari kecil. Kalau disekitar sini dia itu disebut anak warnet Jelasnya.

Pengaduan dan lapaoran yang sudah dilakukan oleh PH (penasehat Hukum) namun hingga kini belum ada sesorang yang dimintai pertanggung jawaban nya atas dugaan penganiayaan Terhadap korban Apan Akbar, saya Penasehat Hukum menyurati Presiden RI agar meminta kepada Kapolri dapat menindak lanjuti dalam hal penegakan proses hukum Kasus ini.” Tegasnya.//AR

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

PWI Rohil berikan materi Pers dan Jurnalistik di Perkemahan Pramuka

BAGANSIAPIAPI-PWI Rohil berikan materi Pers dan Jurnalistik dalam Perkemahan Hari Pramuka ke-56 tahun 2017. Tiga …