Home - Riau - Kabupaten Rokan Hilir - PT. JJP sedang dalam proses hukum perdata dan Pidana
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

PT. JJP sedang dalam proses hukum perdata dan Pidana

Penuntut Umum Kejari Rohil yang diwakili oleh Kasipidum Sobrani Binzar SH dan Endra Andre SH menghadirkan saksi Ahli bidang Kerusakan Tanah dan Lingkungan Dr.Basuki Wasis dari Institut Pertanian Bogor ( IPB)

 

 

TUTELAH.COM – UJUNG TANJUNG, Lagi Pengadilan Negeri Rokan Hilir menggelar sidang kasus dugaan kerusakan lingkungan akibat kebakaran yang diduga dilakukan oleh pihak PT. Jatim Jaya Perkasa ( PT.JJP) yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit didaerah Kecamatan Kubu Babusalam Kabupaten Rokan Hilir Riau pada tahun 2013 lalu.

Kali ini Jaksa Penuntut Umum Kejari Rohil yang diwakili oleh Kasipidum Sobrani Binzar SH dan Endra Andre SH menghadirkan saksi Ahli bidang Kerusakan Tanah dan Lingkungan Dr.Basuki Wasis dari Institut Pertanian Bogor ( IPB) untuk memberikan pendapat nya dalam persidangan sesuai dengan keterangan nya kepada penyidik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH )

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Lukman Nulhakim SH MH dengan dua anggotanya Rina Yose SH dan Mhd. Hanafi Ishak SH MH dengan panitera Pengganti Richa Rionita Simbolan SH sebelum Saksi memberikan pendapatnya Saksi Ahli terlebih dahulu diambil sumpahnya sebagai saksi Ahli

Dalam keterangannya pada 6 November 2015 saksi ahli diminta oleh pihak penyidik KLH untuk melakukan verifikasi atas kebakaran yang terjadi di PT. Jatim jaya Perkasa. Saat itu Basuki bersama tim KLH dan Polda Riau serta pihak perusahaaan turun kelapangan dilokasi kebakaran tepatnya di blok S yang dilakukan pengambilan sample sebanyak 5 titik diantaranya 4 titik di lokasi PT. JJP yang terbakar dan 1 titik yang diambil dari lokasi lahan yang tidak terbakar.

Menurut pendapat Ahli Kerusakan lingkungan adalah adanya kematian flora dan fauna yang disebabkan oleh kimia atau diakibatkan secara langsung oleh manusia.

Ahli menyebutkan bahwa dilokasi perkebunan PT. JJP yang terbakar adalah lahan gambut yang banyak menyimpan Co2 , akibat terjadi kebakaran itu CO2 yang ada sudah melebur akibat kebakaran yang terjadi ” jelasnya ..
Menurut pendapatnya kebakaran yang terjadi diatas lahan gambut itu tidak dapat dipulihkan atau di perbaiki kembali seperti semula,

Dijelaskan,untuk menyuburkan lahan gambut yang dikelola serta menurunkan biaya pengeluaran perusahaan maka melakukan. pembakaran dengan keuntungan bahwa hasil pembakaran dapat menjadi Nutrisi bagi peningkatan unsur Hara hingga 2,5 % tanah gambut yang memiliki zat asam tinggi.” Ujarnya
Menurut nya Amdal Perusahaan tidak diterapkan dengan baik.ditambah lagi pengawasan pemerintah yang tidak efesien .ditambah lagi saat terjadi kebakaran pada tahun 2013 perusahaaan PT. JJP belum ada mengantongi Izin Usaha Perkebunan ( IUP)

Saat JPU menanyakan kepada Ahli pada tahun 2015 saat turun kembali ke lokasi yang terbakar dalam perkara perdata ” Ahli menyebut lahan yang terbakar itu sudah ditanami kembali oleh pihak perusahaan .” Terangnya kepada jaksa. artinya pihak PT. JJP tidak mengindahkan proses hukum yang berjalan , dimana diketahui saat ini pihak PT. JJP sedang dalam proses hukum perdata dan Pidana./t//

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Apel pertama pasca libur lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah Pemkab Rohil

  ROHIL-Bupati Rohil H Suyatno, memimpin apel pertama pasca libur lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah. …