Home - Riau - Kabupaten Rokan Hilir - SIDANG KASUS PENCURI ATM MILIK SEORANG PNS ROHIL.
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

SIDANG KASUS PENCURI ATM MILIK SEORANG PNS ROHIL.

atm

UNUNG TANJUNG–Kasus penemuan dan pencurian dompet yang berisikan dua ATM,KTP dan surat surat berharga lainnya milik korban Sri Rahayu Msi seorang anggota PNS dilingkungan Pemkab Rokan Hilir sekitar bulan juli 2015 lalu sempat membuat heboh warga Rokan Hilir
Pasalnya seperti yang diberitakan beberapa media cetak dan online sebelumya salah satu kartu ATM BRI yang ditemukan Terdakwa Taufik (22) yang isinya 71 juta sempat ditransfer kepada ayahnya Kamal sebanyak 55 juta dari ATM Bank BRI ,dan konon yang lebih mengejutkan lagi dari Kartu ATM bank Riau yang juga ditemukan berisi uang dalam jumlah yang sangat fantastis hingga Rp 9 milliar lebih, namun tidak dapat ditransfer kerena diblokir, jumlah yang sangat tidak sedikit untuk kalangan pegawai negeri sipil.
Setelah dua terdakwa Taufik (22) dan Ayahnya Kamal (49) selesai menjalani hukuman atas perbuatannya mencuri dan mengambil dompet milik korban, kembali Pengadilan Negeri Rokan Hilir diUjung Tanjung senin (28/3) sekitar pukul 18.30 wib menggelar sidang pemeriksaan saksi terhadap terdakwa Ade Pratama yang dulunya ditetapkan sebagai DPO oleh pihak penyidik yang diduga ikut bersama Taufik mencuri dompet dan ATM dari jok sepeda motor milik korban.
Dalam agenda sidang pemeriksaan saksi kali ini JPU Roni Hutagalung SH menghadirkan saksi Korban Sri Rahayu Msi dan Kamal orang tua Taufik untuk dimintai keterangannya dalam persidangan.
Ketua mejelis Hakim Rina Yose SH dengan dua anggotanya Andre Eswin SH MH dan Lukman Nul Hakim SH MH sebelum saksi memberikan keterangan , meminta kepada dua saksi ini untuk diambil sumpahnya.
Dalam keterangan saksi korban dalam persidangan bahwa terdakwa Ade Pratama adalah daftar Pencarian orang (DPO) yang ditetapkan pihak polsek Bangko ,setelah penyidik memutar CCTV yang ada di ATM yang diduga ikut bersama Taufik mengambil dan mencuri dompet dan ATM korban.
Selanjutnya korban juga menjelaskan kepada Majelis Hakim bahwa korban sudah mendapatkan kembali uang miliknya sebanyak Rp 50 juta, dan kepada terdakwa Ade Pratama juga sudah ada perjanjian perdamaian dengan pihak keluarga..” jelasnya kepada Hakim.
Sedangkan Kamal dalam keterangannya bahwa ia tidak mengetahui uang itu dikirim anaknya ke rekening dirinya, dan dirinya sebelumnya tidak mengenal Terdakwa Ade Pratama.” Jelasnya.
Usai kedua Saksi ini memberikan keterangan dihadapan hakim, kembali Hakim meminta kepada Terdakwa Apakah keterangan saksi ini ada yang mau dibantah..? Terdakwa menjawab Tidak ada pak Hakim..! ; jawabnya.
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim Rina Yose SH menutup sidang dan akan melanjutkan sidang pada hari senin (4/4) dengan agenda sidang tuntutan.(a.sng)

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Apel pertama pasca libur lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah Pemkab Rohil

  ROHIL-Bupati Rohil H Suyatno, memimpin apel pertama pasca libur lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah. …