Home - Bisnis - Tahun 2018 Internet Mobile Makin Merajalela
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Tahun 2018 Internet Mobile Makin Merajalela

Tahun 2018 Internet Mobile Makin Merajalela

Submitted by Mobile Internet user

teknopreneur.com

 TUTELAH.COM- Pertumbuhan penjualan smartphone diperkirakan melambat menjadi kurang dari 10% per tahun hingga tahun 2018, dan mobile network pertumbuhannya hanya 5% dalam dekade terakhir. Sementara Apple juga kian tertekan manakala penjualan Xiaomi makin meroket yang terus memicu pertumbuhan Internet mobile.

Dalam sebuah laporan perusahaan internet mobile, Digi-Capital memperkirakan pertumbuhan pendapatan m-commerce pada tahun 2018 akan mencapai US$850 miliar atau hampir 3 kali lipat dari tahun lalu. Meski skala besar dan pertumbuhan ponsel masih terus berkembang, tapi m-commerce tetap jadi mesin utama pertumbuhan internet mobile.

Dan itulah yang membuat venture capital berani bertaruh dengan menginvestasikan lebih dari US$41miliar untuk sektor m-commmerce dalam 12 bulan terakhir, seperti yang dilansir dari laman TechCrunch, Senin (25/5). Pada tahun 2014 pengguna ponsel Asia telah melampaui pengguna ponsel di Amerika, dan diperkirakan pada tahun 2018 pengeluaran untuk membeli ponsel di Asia mencapai US$600 miliar.

Populasi Asia yang lebih besar dan tumbuhnya pengguna ponsel kelas menengah membuat Asia mampu melampaui Amerika. Meski begitu, belanja ponsel di Amerika lebih tinggi jika dihitung per orang.

Selain itu, munculnya Alibaba, Flipkart dan lainnya menyimpulkan bahwa m-commerce kini tak lagi sekedar berasal dari raksasa asing saja, seperti Amazon ataupun eBay. Bahkan, Wanda e-Commerce, join venture dari Dalian Wanda, Tencent, dan Baidu nilai sahamnya meningkat hingga lebih dari US$3 miliar hanya dalam waktu empat bulan saja.

Bukan hanya itu, nilai belanja iklan mobile pada tahun 2018 bakal mencapai angka US$85 miliar. Namun, dalam hal iklan mobile Amerika mendominasi karena memilki pengeluaran yang lebih tinggi oleh para pengiklan di Amerika. Sekalipun tiga negara pasar terbesar Asia, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan bergabung, masih kalah jauh dari Amerika.

Sementara untuk aplikasi konsumen, pada tahun 2014 pendapatannya sekitar US$30 miliar dan diperkirakan akan tumbuh mencapai US$75 miliar pada tahun 2018. Game memperoleh sekitar tiga per empat dari pendapatan aplikasi global tahun lalu, dimana Android berhasil melampaui pendapatan rivalnya iOS. Kemudian aplikasi non-game seperti aplikasi layanan gratis juga mendominasi internet mobile.

Internet mobile yang baru berusia 8 tahun, saat ini masih mendapat tantangan dari internet berbasis web yang telah digunakan selama 20 tahun lamanya. Namun, pertumbuhan yang cepat dan perubahan di sisa pasar menunjukkan masih banyak waktu untuk terus bersaing antara internet mobile dengan original web.

 

 

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Harga Rokok Akan Menjadi 50 Ribu Perbungkus, Masih Mau Merokok?

                   TUTELAH.COM, Jakarta Dari mulai hoax sampai …