Home - Riau - Kabupaten Kepulauan Meranti - Terlalu..RAPP..tanah dan tanaman di kebun kami dinilai 150 rupiah permeter
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Terlalu..RAPP..tanah dan tanaman di kebun kami dinilai 150 rupiah permeter

rapp

TUTELAH.COM – SELATPANJANG – Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pulau Padang, Kepulauan Meranti, berlansung enam tahun berjalan pembukaan lahan konsesi

Seperti diceritakan Ketua Kelompok Tani Bina Karya Bersama Kepulauan Meranti, Zainal Abidin, dimana tidak hanya karena ratusan hektar lahan perkebunan telah diratakan oleh eskavator perusahaan, tapi juga karena sagu hati kebun yang dinilai sangat keterlaluan ungkapnya seperti dilansir dari mcr.

“Mereka (Tim Terpadu) harus bertanggungjawab. Kami memiliki alas hak lahan yang jelas, dan badan hukum Kelompok Tani ini sudah lama terdaftar di Kantor Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Meranti. Kesepakatan yang mereka buat dengan perusahaan tanpa persetujuan kami,” tegasnya.

“Perusahaan itu hanya menilai tanah dan tanaman di kebun kami 150 rupiah permeter. Itu sangat keterlaluan, sudah gila kalau kami mau terima,” kata Zainal didampingi Sekretaris Kelompok Tani, Asmal Zen, kepada awak media di Selatpanjang, Minggu (10/7/2016).

Kesepakatan itu hanya dilakukan antara Direktur PT RAPP, Mulia Nauli selaku pihak pertama dan 14 Lurah dan Kepala Desa se-Pulau Padang selaku pihak kedua, diprakarsai oleh Ketua dan anggota Tim Terpadu yang bertanda-tangan dan turut diketahui oleh Bupati dan Ketua DPRD.

“Waktu itu Camat Merbau Duriat tidak bertanda-tangan, karena dia tahu keberadaan kebun kami. Undangan musyawarah bersama kami yang pernah dilakukan Camat Duriat tidak dihadiri oleh pihak perusahaan, akhirnya diambil alih Tim Terpadu yang dibentuk Bupati,” ungkapnya.

Zainal juga mengaku geram dengan Tim Terpadu bentukan Bupati. Semula dia dan ratusan petani lainnya merasa percaya keberadaan Tim Terpadu itu dapat menjembatani kesepakatan terbaik antara Perusahaan dan Petani, namun kenyataannya Tim Terpadu mengabaikan hak-hak petani.

Adapun Tim Terpadu yang telah merancang skenario kesepakatan itu, ungkap Zainal, antara lain Ketua Tim Nuriman Khair yang kala itu selaku Asisten I Setdakab Kepulauan Meranti, Mamun Murod selaku Kadishutbun, Yuliarso Kabag Tapem, Al-Azmi Kepala BPN, Bambang Suprianto Kepala BLH dan Askandar selaku Kepala Kantor Kesbangpol.//rd/mcr//

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918