Home - Nasional - Tinjau tol Solo-Ngawi, Luhut minta proyek selesai sebelum Lebaran
Pasang Banner Disini : Hubungi 0823 8639 7918

Tinjau tol Solo-Ngawi, Luhut minta proyek selesai sebelum Lebaran

Tinjau tol Solo-Ngawi, Luhut minta proyek selesai sebelum Lebaran
Reporter : Arie Sunaryo

 

tinjau-tol-solo-ngawi-luhut-minta-proyek-selesai-sebelum-lebaran
Tinjau tol Solo-Ngawi, Luhut minta proyek selesai sebelum Lebaran Luhut tinjau proyek Tol Solo-Sragen. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan, Sabtu (5/3) meninjau proyek jalan tol Solo-Ngawi di Desa Jatikuwung Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Pada kesempatan tersebut Luhut didampingi Bupati Karanganyar Juliatmono serta Dandim dan Kapolres seluruh eks Karesidenan Surakarta.

Kepada sejumlah wartawan, Luhut mengatakan, meski masih terdapat sejumlah kendala, namun ia meminta agar proyek pengerjaan tol Solo-Ngawi rampung sebelum Lebaran 2016 mendatang. Kendala dimaksud, kata menteri, berupa pembebasan lahan di sejumlah desa di Karanganyar, Sragen dan Ngawi.

“Pemerintah memberikan batas waktu hingga akhir Juni tahun ini untuk menyelesaikan sisa pembangunan insfrastruktur tol Solo-Ngawi,” ujarnya.

Menurut luhut, lahan yang terkena proyek tol Solo-Ngawi sendiri saat ini baru terpenuhi 440 hektar atau 91 persen dari total kebutuhan. Jumlah lahan yang masih terkendala pembebasan sebanyak 42 hektar atau 9 persen.

Sejumlah lahan yang hingga kini belum dibebaskan, menurut Luhut, karena berbagai sebab. Antara lain gugatan dari warga ke pengadilan negeri yang belum mencapai kesepakatan nilai kompensasi serta alotnya koordinasi dengan instansi pemerintah pemilik lahan.

“Ada juga yang masih bermasalah dengan Perhutani, tetapi secara intensif sudah kami bicarakan. Kalau bisa kita gunakan terlebih dahulu demi kepentingan masyarakat, jelasnya.

Luhut membeberkan, luas lahan Perhutani yang masih belum mencapai kesepakatan sebanyak 28,3 hektar. Pihak Perhutani mengklaim masih terdapat nilai kerugian sebesar Rp 1,3 miliar yang belum dibayarkan. Sehingga lahan tersebut tidak diperbolehkan untuk dieksekusi.

“Eksekusi lahan akan kita lakukan setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(Kemen PU-Pera) sepakat untuk membayar kekurangan kompensasi kerugian,” jelasnya lagi.

Lokasi lahan yang masih bermasalah, lanjut menteri, berada di Perhutani Ngawi. Menurut dia, masih ada tiga kabupaten lagi yang bermasalah. Yakni Kabupaten Ngawi, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar.

“Mudah-mudahan sebelum lebaran tahun ini selesai dan dapat dijadikan jalur mudik, harapnya.

Di Kabupaten Ngawi, jelas menteri masih terdapat 9,9 hektare lahan bengkok dan milik warga yang belum dibebaskan. Untuk Kabupaten Sragen kasusnya hampir sama yaitu pembebasan lahan bengkok seluas 2,2 hektare, sedangkan di Karanganyar memiliki kasus yang berbeda yaitu gugatan warga.

“Kalau semua persoalan pembebasan tanah dapat terlaksana dan rampung pada tahun ini saya optimis jalur ekonomi dan bisnis di pulau Jawa khususnya antara Jawa Tengah dengan Jawa Timur dapat berjalan efektif. Percepatan pembangunan insfrastruktur oleh pemerintah pusat tanpa pandang bulu nyata-nyata mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

[ren]Merdeka.com///

Komentar Pembaca

komentar

#Tag : Riau | Berita Riau | Berita Rokan Hilir | Pekanbaru | Berita PekanbaruKampar | Siak | Walikota Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul 
Untuk Pemasangan Iklan Hubungi Kami : 0823 8639 7918

Check Also

Tampilan Jokowi yang Kembali Formal Saat Blusukan

Jakarta – Presiden Joko Widodo ‘hobi’ bergaya kasual saat blusukan dan kunjungan ke daerah belakangan …